oleh

Takut Kejatuhan Serpihan, Guru Ngajar Pakai Helm di Sekolah Rusak, Bagaimana Siswanya?

SUMEKS.CO-Guru SD Negeri Selodakon 03, Desa Selodakon, Kecamatan Tanggul, trauma saat mengajar siswa. Ada tiga ruang kelas yang sudah tidak layak, tetapi masih ditempati untuk kegiatan belajar-mengajar (KBM) setiap hari.

Berjaga-jaga agar tidak kejatuhan serpihan plafon, dua guru kelas, yakni Uswatun Hasanah dan Erlina, menggunakan helm saat mengajar. Mereka mengaku trauma karena sering kejatuhan serpihan atap ketika mengajar. ’’Bahkan, pernah ada plafon yang jatuh. Untung, saat itu siswa istirahat,’’ ujar Uswatun.

’’Sebenarnya tiga ruang kelas ini sudah tidak layak ditempati. Ini membuat dua ruang kelas disekat karena tidak ada ruangan lagi. Hanya satu yang ditempati kelas V. Itu pun sudah cukup parah,’’ ungkapnya.

Dia mengungkapkan, tiga ruang kelas lainnya sudah lama dikosongi karena ada satu ruang kelas V yang ambruk. Jadi, hanya tiga ruang kelas yang masih ditempati. Siswa kelas VI menempati ruang perpustakaan karena aman.

Sementara itu, tiga ruang kelas yang dipaksakan untuk KBM juga sudah tidak layak. Plafon setiap ruangan sudah banyak yang jatuh. Demikian pula dinding yang retak dan bagian atasnya (wuwung) mulai melengkung.

Kelas III yang ditempati siswa kelas V juga sudah parah. Bagian plafonnya, kata Uswatun, sudah runtuh. Dari tiga ruang kelas yang masih bisa ditempati itu, ada dua ruang kelas yang disekat.

Budiono, guru kelas V, menambahkan, mengajar di ruang kelas yang rusak itu membikin waswas. Kalau hujan, sering bocor. Apalagi, kalau hujan deras, siswa diminta keluar kelas.

’’Karena takut tiba-tiba ruang kelas ambruk. Atapnya tiga ruang kelas ini mulai melengkung,’’ kata Budiono.

Rencananya, kelas I, II, dan IV menumpang ke MI yang tidak jauh dari sekolah. Pihak sekolah telah berkoordinasi dengan pemilik yayasan MI. ’’Kasihan kalau melihat siswa yang ruang kelasnya digabung. Selain tidak konsentrasi, guru sangat terganggu saat mengajar,’’ kata Budiono.(jawapos/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya