oleh

Taman DPRD Sumsel Dipugar Untuk Spot Selfie, Warga: Mending Duitnya Untuk Bantu Rakyat

Sumeks.co,- Disinyalir hanya menghambur-hamburkan uang pemugaran taman gedung DPRD Provinsi Sumsel tanpa ada azaz manfaat ditengah krisis yang terjadi akibat Pandemi Covid-19 yang hingga kini masih terus menggelayuti tidak hanya Indonesia bahkan hampir diseluruh negara ikut berimbas.

Hal itu memantik rasa empati dari kalangan masyarakat terhadap proyek dengan alih-alih pemeliharaan taman guna mempercantik dan memperindah kantor Sekretariat DPRD Sumsel yang dianggarkan melalui dana APBD Sumsel tahun 2020 senilai lebih kurang Rp 197 juta.

Sebelum di lakukan pemugaran, taman yang berada disisi kanan gedung parlemen itu masih terlihat baik dan cantik, namun saat ini terlihat taman itu dipugar dengan beberapa orang pekerja.

Adapun proyek dikerjakan oleh pihak ketiga dalam hal ini CV Anugerah Pertiwi sejak 20 Oktober 2020 yang lalu dan ditargetkan rampung di awal Desember 2020 mendatang.

“Proyek pemeliharaan ini adalah sumbang saran dan hasil pemikiran para anggota dewan. Yang menilai gedung DPRD Sumsel haruslah memiliki icon sendiri seperti DPRD didaerah lain,” Kata Sekretaris DPRD Sumsel, Ramadhan S Basyeban,SH,MM melalui Pelaksana Harian (Plh) Kasubag Rumah Tangga DPRD Sumsel, Yuli yang menepis proyek ini terkesan cuma menghambur-hamburkan uang dan tidak ada manfaat saat dikonfirmasi Jumat (20/11).

Menurutnya hal ini berkaca dari seringnya sejumlah tamu dari luar daerah yang berkeluh kesah sulitnya mencari spot foto yang menampilkan icon gedung DPRD Sumsel. Karena untuk berfoto di plang nama DPRD Sumsel di depan cukup jauh dan riskan karena letaknya yang berhadapan langsung dengan jalan raya Simpang Lima DPRD Sumsel.

“Nantinya di lokasi taman itu akan dibangun tangga dan replika Jembatan Ampera. Termasuk nama Kantor DPRD Sumsel untuk berswafoto biar terlihat lebih cantik dibandingkan yang ada saat ini,” tandas Yuli.

Hal itu tentunya sangat bertolak belakang dengan pernyataan Ketua DPRD Hj RA Anita Noeringhati,SH,MH kala itu memprediksi APBD Pemprov Sumsel tahun anggaran 2021 yang baru akan dibahas nilainya sama atau bahkan cenderung mengalami defisit anggaran dibandingkan APBD tahun anggaran 2020.

Zainur (41), salah seorang warga yang sering beribadah di masjid gedung Sekretariat DPRD sangat menyayangkan proyek pemeliharaan taman tersebut yang menurutnya terkesan tidak ada manfaat.

“Kan taman kemarin masih terlihat bagus, tapi sekarang katanya mau dipercantik, akan lebih baik lagi jika dana proyeknya digunakan untuk rakyat saat ini kondisi ekonomi terpuruk akibat pandemi”. Kata Zainur yang keseharian sebagai penjual pempek sepeda keliling ini kepada Sumeks.co.

Hal senada juga diungkapkan oleh, Nisa (36) pedagang warung gerobak disamping gedung DPRD Sumsel yang mengatakan bahwa proyek itu sangat mubazir yang hanya menghamburkan uang.

“Toh nantinya juga bakalan susah untuk selfie-selfie bagi warga yang ingin berswafoto disana, karena lokasi didalam pagar gedung yang dijaga oleh petugasnya, mending duitnya untuk bantu perekonomian rakyat mas”. Ketus Nisa dengan nada sedikit kecewa. (Fdl)

Komentar

Berita Lainnya