oleh

Tambah loket dan Hari Pelayanan

BATURAJA – Masyarakat Kabupaten OKU menyambut baik Kebijakan Pemerintah Provinsi Sumsel terkait pembebasan sanksi administratif pajak kendaraan bermotor dan biaya balik nama yang dituangkan dalam Pergub Sumsel Nomor 30 tahun 2020. Dihari kedua yang terpantau Senin (3/8), wajib pajak (WP) terlihat mengantri di halaman kantor UPT Samsat OKU 1 Baturaja.

Kepala UPT Samsat OKU 1 Baturaja, Humaniora Basili Basmark, Mengungkapkan di hayu kedua setelah dilaunching oleh gubernur Sumsel Herman Deru beberapa waktu lalu, warga yang datang untuk membayar biaya pajak sangat tinggi dan terjadi antrian cukup panjang.

” waktunya cukup panjang, sampai Desember 2020 mendatang, tapi dihari kedua ini cukup panjang antrian warga yang akan membayar pajak,” Ujar Belly sapaan akrabnya.

Menurutnya pihaknya sebenarnya sudah mengantisipasi terjadinya lonjakan kedatangan wajib pajak tersebut dengan menambah loket pelayanan. Loket tersebut tersebut dipisah antara pajak tahunanan dan lima tahunan yang berada di dalam kantor Samsat dan mobil Samsat keliling.

“Kita siapkan loket terpisah. Loket tahunan dan loket lima tahunan. Selain itu, kami juga menyiapkan mobil Samling (Samsat Keliling) untuk melayani WP yang belum tercover di kantor Samsat,” katanya.

Sementara puncak pemutihan ini di prediksi akan terjadi dalam 3 – 4 hari kedepan. Atau memasuki Minggu kedua bulan Agustus mendatang.

“Kalau sekarang di hari kedua ini mungkin masih banyak masyarakat yang belum tahu. Nah, kalau sudah dibuka seperti ini kami yakin masyarakat yang sudah bayar ini akan bercerita bahwa ada program pemutihan ini,” jelasnya.

Selain menambah loket pelayanan, Samsat OKU juga menambah hari pelayanan. Dimana hari Sabtu Samsat OKU 1 tetap akan melayani masyarakat yang akan membayar pajak hingga pukul 14.00 wib. Hal ini sengaja dilakukan agar masyarakat yang tidak ingin berdesak desakan bisa memilih waktu di akhir pekan.

Ia pun menghimbau kepada masyarakat yang ingin bayar pajak untuk memanfaatkan waktu lengang seperti hari Jumat dan Sabtu. Ini dilakukan untuk menghindari atau mengurangi antrian yang cukup panjang di kantor Samsat.

“Himbauan kita Gunakanlah hari sepi seperti Jumat dan Sabtu. Kalau Sabtu kita buka sampai pukul 14.00 wib. Sabtu itu kan biasanya lengang kantor Samsat,” pungkasnya. (Ar)

Komentar

Berita Lainnya