oleh

Tambang Banyak, Masyarakatnya Miskin

-Sumsel-226 views

LAHAT – Kabupaten Lahat memiliki sumber daya alam dan potensi yang cukup banyak. Bahkan banyak perusahaan yang mengelola sumber daya alam di Bumi Seganti Setungguan tersebut.

Ada sekitar 106 perusahaan yang tergabung dalam forum  Coorporate social responsibility-Program Kemitraan Bina Lingkungan (CSR-PKBL). Namun, saat ini perusahaan yang aktif terdiri dari 18 perusahaan tambang batu bara tahap eksploitasi, 13 pertambangan batuan, 6 perusahaan jasa, 2 perusahaan migas, 8 perusahaan perkebunan, 5 BUMN, 3 BUMD, 11 perbankan dan 7 perusahaan perdagangan.

Hanya saja banyaknya perusahaan di Lahat, masih bertolak dengan kondisi perekonomian masyarakat. Kabupaten Lahat peringkat tiga masyarakat termiskin di Sumsel.

“Tambang banyak tapi masyarakatnya termiskin ke tiga di Sumsel. Perusahaan malu tidak. Kalau saya perusahaan, malu,” ujar Bupati Lahat Cik Ujang SH saat membuka Rapat Koordinasi CSR- PKBL Kabupaten Lahat Tahun 2019.

Cik Ujang SH mengatakan pelaksanaan program CSR-PKBL di Kabupaten Lahat harus sejalan dengan visi dan misi Kabupaten Lahat 2019-2023. Yaitu mewujudkan masyarakat yang berakhlaq, mandiri, berkeadilan, makmur, dan sejahtera serta terselenggaranya pembangunan yang berbasis pemerataan dan berkelanjutan.

Program kemitraan melalui program CSR-PKBL yang diselenggarakan oleh perusahaan dapat menjadi salah satu pembiayaan pembangunan di Kabupaten Lahat. Mengingat keterbatasan anggaran pemerintahan.

“Selain itu program CSR PKBL ini harus dapat memecahkan permasalahan-permasalahan yang dihadapi masyarakat, terutama masalah kemiskinan upaya pemberantas kemiskinan, diperlukan kerjasama dari berbagai elemen baik pemerintah dunia usaha maupun masyarakat,” ujarnya.
Perusahaan yang tergabung dalam Forum CSR-PKBL Kab. Lahat tercatat sebanyak 106 perusahaan. Namun, saat ini perusahaan yang aktif terdiri dari 18 perusahaan tambang batu bara tahap eksploitasi, 13 pertambangan batuan, 6 perusahaan jasa, 2 perusahaan migas, 8 perusahaan perkebunan, 5 BUMN, 3 BUMD, 11 perbankan dan 7 perusahaan perdagangan.

“Untuk itu, meminta semua perusahaan yang ada ikut ambil bagian untuk membangun Kabupaten Lahat.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lahat, Ir Herman Oemar MM mengharapkan, pelaksanaan CSR-PKBL menjadi sarana membangun masyarakat, sesuai dengan konnsep suistainable development (Pembangunaan Berkelanjutan).

“Dari sinilah akan ikut membentuk masyarakat Kabupaten Lahat, yang mandiri dan tidak hidup dari belas kasihan orang lain,” tandasnya.

Hadir dalam kesempatan ini, Wakil Bupati Lahat H. Haryanto.SE MM MBA, Unsur Forkompimda Kab.Lahat, Ketua DPRD Fitrizal Homizi.ST, Kasdim Lahat Mayor. Inf. Mahlan Agusalim, Kajari Lahat Jaka Suparna.SH MH, Ketua Pengadilan Negeri yang diwakili, Waka Polres Kompol.

Budi Santoso, Sebden Pom, Kepala Bappeda Provinsi Sumatera Selatan Juni Amaludin, SE MA MT, Assisten, Staf Ahli, Staf Khusus, Jajaran OPD, Ketua Badan Perencana CSR-PKBL diwakili dari PT. MAS Syahrul Syarnubi, Pimpinan BUMN/BUMD, BUMS, dsn seluruh Pimpinan Perusahaan Pertambangan di Kabupaten Lahat, Para Kabag, Kepala Badan, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Camat se- Kabupaten Lahat, Organisasi dan Nara Sumber berasal dari Kementerian ESDM Republik Indonesia, Eri Kundari.(gti)

Komentar

Berita Lainnya