oleh

Tanam Lima Tanaman di Tengah Jalan

PALI – Lantaran sudah kesal dengan kerusakan jalan disepanjang Jalan poros Desa Persiapan Maju Jaya menuju Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) membuat warga menanami berbagai tanaman ditengah-tengah jalan yang rusak tersebut.

Tak tanggung-tanggung setidaknya dua titik kerusakan yang ditanami dengan lima jenis tanaman seperti tanaman pisang, mangga, pinang, tebu dan serai. Bahkan ada satu tanaman pisang yang telah berbuah.

Dimana, kerusakan jalan tersebut sudah terjadi selama setahun lebih. Penyebabnya, banyaknya aktivitas lalu lalang truk bermuatan alat berat mliik PT Pertamina, sehingga membuat jalanan menjadi berlubang dan dipenuhi tanah merah.

Kondisi ini diperparah apabila memasuki musim penghujan padahal, jalan tersebut dibangun dengan cor beton oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PALI. Dengan rusaknya jalan tersebut, membuat aktivitas warga menjadi terganggu. Apalagi jalan itu merupakan jalan alternatif menuju Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

“Ini murni warga yang memasang (Plang) dan menaman tanaman di tengah jalan, karena kesal jalan kami tidak juga diperbaiki,” ujar Kepala Desa (Kades) Persiapan Maju Jaya, Dedi Prayoga, Selasa  (25/2).

Dituturkannya, jalan yang rusak didesanya sepanjang 1 kilometer. Dimana pangkal kerusakan berada di Dusun I hingga ke ujung desa. Bahkan, kerusakan juga sampai ke Desa Talang Akar.

“Sudah sejak setahun terakhir, jalan ini sering dilalui kendaraan berat milik Pertamina yang tonasenya sudah melebihi kapasitas dengan berat 30 ton sampai 40 ton,” tuturnya.

Lebih lanjut dibeberkannya, setidaknya ada delapan titik kerusakan cukup parah yang berada di desanya. “Tapi kalau dihitung sampai Desa Talang Akar banyak titik kerusakan,” bebernya.

Dedi mengungkapkan, pihaknya sudah sering meminta supaya pihak Pertamina memperbaiki jalan yang rusak tersebut. Namun, hingga saat ini belum juga ada respon dari Pertamina.

“Semenjak ditengah jalan ditanam pisang, Pertamina mau memperbaiki jalan. Tapi, untuk pengecoran belum. Tahun ini, Pertamina akan menguruk dengan batu. Baru tahun depan akan dicor ulang, tapi kami minta kepastian itu secara tertulis bukan hanya omongan saja,” ungkapnya.

Sementara, Meiken (29), warga Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI yang setiap hari melalui jalan tersebut sangat mengeluhkan kondisi jalan rusak. Pasalnya, apabila musim penghujan selain jalan berlubang, juga jalanan menjadi becek dan licin, sehingga membahayakan pengendara melintas.

“Motor kami pernah terbalik karena jalan berlubang dan licin. Makanya kami minta supaya pihak terkait segera memperbaiki jalan yang rusak itu,” pungkasnya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya