oleh

Tanam Padi Kembali Jadi Primadona

LAHAT – Pertanian sawah di Kabupaten Lahat kembali menjadi primadona. Terbukti dengan adanya peningkatan luas tanam dan produktivitas padi.

Untuk luas tanam Oktober- Maret (Okmar) tahun (2017/2018) dari 22.191 ha naik menjadi 24.662 ha pada periode Okmar (2018/2019). Lalu untuk produktivitas padi dari 47,28 kuintal/per ha gabah kering giling pada tahun 2017 naik menjadi 52,92 kuital/ per ha.

“Saat ini menanam padi kembali menjadi primadona. Terbukti dari meningkatnya luas tanam dan produktivitas padi di Lahat. Peningkatan produktivitas malah lebih tinggi dari Sumael dan nasional,” ujar Kepala Dinas Pertanian Lahat Agustia Budiman melalui Kabid Tanaman Pangan Firdaus SP, Jumat (22/3).

Seraya menambahkan Pemkab Lahat mendapat pengharagaan atas capain tersebur oleh penanggung jawab Upsus Pajale Provinsi Sumsel. Dijelaskannya bahwa untuk meningkatkn luas tanam dan produktivitas ini karena beberapa faktor. Diantaranya harga komoditi perkebunan yang turun sehingga warga kembali menanam padi. Lanjutnya, harga padi stabil dan tinggi dibanding sebelumnya dibangka Rp9500 perkg. Kemudian kondisi iklim yang mendukung, adanya bantuan alsintan, pupuk, benih unggul, serta jaringan irigasi.

Sementara kendala dan permasalahan yang dihadpi petani seperti organisme penganggu tanaman. “Contoh hama wereng. Walaupun persentasenya kecil, tapi kalau terserang hama wereng harus segera lapor ke petugas lapangan agar bisa diatasi. Karena bisa menyebar kalau tidak ditangani sedini mungkin,” ungkapnya.

Lalu kekurangan modal. Walau pupuk sudah diaubsidi namun terkadang, petani tidak sanggup membeli 200kg per ha. Hanya mampu 50kg per ha, sehingga kurang maksimal.(gti)

Komentar

Berita Lainnya