oleh

Tangkap lagi Tiga Pembakar Lahan

-Sumsel-143 views

KAYUAGUNG – Sengaja membakar lahan Di lokasi areal PT Bumi Mekar Hijau (BMH) OKI, tiga warga pendatang asal Provinsi Lampung ditangkap aparat Polres OKI. Kapolres OKI, AKBP Donni Eka Syaputra melalui Wakapolres OKI Kompol Janton Silaban mengatakan, ketiganya, Mukhlis (31) dan Bambang Sugianto (29), warga Desa Yudha Karya Jitu, Kecamatan Rawa Jitu Selatan Kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung dan Sunandar (32), warga Desa Tanjung Mas Mulya Kecamatan Mesuji Timur Kabupaten Mesuji Provinsi Lampung.”Mereka ditangkap pada (17/10) lalu saat melakukan patroli, “terangnya,Selasa (22/10).

Pendatang asal Lampung ini menguasai lahan tanpa izin sedang membakar lahan sehingga ditangkap Tim Gakkum Karhutbunla Satreskrim Polres OKI, di areal lahan Izin HTI PT Bumi Mekar Hijau (BMH), hingga terbakar.

Saat itu anggota kita lakukan Patroli ke lokasi lahan yang terlihat ada asap. Ketika menemukan lahan terbakar, terdapat pelaku sedang menjaga api. Setelah diinterogasi mengakui melakukan pembakaran, sekitar pukul 18.30 WIB.

Pelaku sebelumnya melakukan pembersihan dengan cara menebas rumput alang-alang, perumpung dan paitan di dalam lahan dan kemudian dibakar. Pelaku melakukan pembakaran menggunakan 1 korek api gas merk M2000 bening.

Ketiga pelaku secara bergantian melakukan pembakaran, Yaitu. Pelaku Mukhlis, mengaku Pemilik lahan membakar di bagian depan lahan, kemudian dilanjutkan oleh pelaku Bambang Sugianto di bagian belakang lahan dan terakhir oleh pelaku Sunandar di bagian tengah lahan,”terang Wakapolres

Pembakaran lahan dilakukan dengan tujuan untuk membuka dan membersihkan lahan yang nantinya akan ditanam padi. Lanjut WaKapolres, Atas kejadian itu tim langsung mengamankan pelaku dan barang bukti 1 buah Korek api gas merk M2000 Bening untuk proses penyelidikan/penyidikan.

Pasal yang disangkakan terhadap ketiga yakni Pasal 108 Jo Pasal 69 ayat (1) huruf h UU RI No.32 Tahun 2009 Tentang PPLH : Setiap orang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar.”Ancaman hukuman paling singkat penjara 3 tahun dan paling lama 10 tahun, denda paling sedikit Rp3 miliar dan paling banyak Rp10 miliar,”tandasnya.(uni)

Komentar

Berita Lainnya