oleh

Tangkap ‘MP’ di Prabumulih Dapat Cash Rp10 Juta

PRABUMULIH – Kabar gembira bagi warga kota Prabumulih. Bagi yang berhasil menangkap pelaku pemberi uang atau money politik (MP) bakal dikasih uang Rp10 juta.

Siapa yang memberi hadiah? Ada tiga anggota partai di kota Prabumulih yang siap uang cash. Menurut ketiganya, ‘reward’ ini adalah bentuk kekecewaan terhadap Bawaslu kota Prabumulih.

Ada banyak isu money politik, namun tak ada tindakan dilakukan lembaga pengawas pemilu itu.

Tiga anggota partai itu, Rondon Juleno dari Partai Bulan Bintang (PBB), Sekretaris Partai Perindo, Ronald dan Ketua Partai Berkarya, Supandi SH.

Reward diungkap saat  acara pendidikan politik yang digelar oleh Badan Kesbangpol Kota Prabumulih, di hotel Grand Nikita, Rabu (6/3).

Rondon Juleno dibincangi usai acara menegaskan. Jika Bawaslu tidak bertindak dan tidak ada tindakan, pihaknya punya inisiatif.

“Bagi warga yang menangkap pelaku politik uang atau money politik kami akan beri reward Rp 10 juta, dari kami Supandi dari Bekarya, Ronald partai bekarya dan saya Rondon Juleno dari PBB,” tegasnya.

Dengan catatan, tentu saja warga yang menangkap pelaku money politik harus tertangkap tangan dan mempunyai bukti serta siap bersaksi saat kasusnya dilaporkan ke Bawaslu.

“Buktinya ada, uang dan orangnya, mau bersaksi dan melapor ke Bawaslu, kami akan kawal dan berikan reward Rp 10 juta,” janjinya.

Inisiatif itu, katanya, dilakukan untuk merangsang Bawaslu agar bertindak dan melaksanakan kewajiban selaku pengawas dengan baik.

“Jadi tidak dari tahun ke tahun masyarakat selalu dicekoki politik praktis yang ujung-ujungnya memakai duit,” tandasnya.

Ia berharap para Caleg adu program yang bagus ke masyarakat, jangan dikit-dikit duit.

“Kalau kamu coblos aku Rp 200 atau Rp 300 ribu dan sebagainya. Jadi kalau bawaslu tidak bersikap, kami partai politik yang bersikap,” tegasnya.

Apalagi di dalam UU nomor 7/2017 tentang pemilu jelas diatur sanksi pidana soal money politik ini.

“Yang memberi, mempengaruhi mata pilih, mengarahkan seseorang dengan iming-iming dikenakan sanksi pidana bisa sampai 6 tahun penjara dengan denda Rp 36 juta lebih,” ungkapnya.

Sementara, Komisioner Bawaslu Prabumulih, Ikbal Rivana membantah pihaknya tidak merespon pengaduan money politik.

“Kita terus bergerak mengantisipasi money politik,” tegasnya.

Bahkan dalam waktu dekat pihaknya akan menyebar spanduk imbauan dan larangan money politik.

“Kami terus bergerak dan sampai saat ini belum ada menemukan pelaku money politik,” kilahnya.

Jika ada pelaku money politik atau penyebar sembako segera laporkan ke Bawaslu. “Kalau ada pengurus partai mengatakan sudah banyak,tapi tidak ada yang melapor ke kami, “ tandasnya. (chy)

Komentar

Berita Lainnya