oleh

Tanjung Lesung Butuh Bandara

BANTEN – Besar harapan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) kepada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Kawasan wisata seluas 1.500 kilo meter itu diharapkan bisa menyumbang 1 juta wisatawan manca negara. Jika target ini tercapai, maka asumsi akan ada dana masuk sekitar Rp14 triliun dari kunjungan wisatawan tersebut.

“Jika harapan itu tercapai, saya sudah pesan tol ke Panimbang. Dengan begitu jarak tempuh ke sini bisa dipangkas menjadi dua jam. Tol itu setelah dihitung nilai investasinya Rp7 triliun,” ungkap Menpar Arief Yahya saat mengunjungi Tanjung Lesung, Senin (1/4).

“Tapi sebenarnya jika ada bandara akan lebih bagus lagi di Pandeglang ini karena akan sangat membantu mengembangkan pariwisata Banten,” tambahnya.

Sektor pariwisata memang sedang menjadi primadona saat ini. Sumbangan devisanya di peringkat 2 atau 3. Selalu salip menyalip dengan minyak dan gas. Devisanya hampir mengalahkan CPO alias minyak sawit mentah tahun lalu, mencapai US$16 miliar. Tahun ini diproyeksikan tembus angka US$17,6 miliar.

Menteri asal Banyuwangi ini berharap semua pihak membantu target ini. Caranya, dengan hati-hati membacakan status ketika bencana datang. Sebab, masayarakat tidak mau tahu soal siaga atau waspada untuk status setiap bencana. Yang ada di pikiran masayarakat adalah jika ada bencana berarti bahaya.

Meski begitu, Mempar Arief Yahya sangat senang status Anak Gunung Krakatau turun dari level siaga menjadi waspada. Ini bisa menjadi sinyal baik angkat geliat pariwisata Tanjung Lesung yang lesu akibat hantaman tsunami akhir tahun lalu. Tingkat okupansi turun sampai 50 persen dari biasanya 60 persen. “Semoga dengan turunnya status pas ulang tahun Pandeglang ke-145 membberikan berkah. Semua peralatan sudah dipasang BMKG. Juga akan dipasang pelampung. Jika ada kecepatan ombak tertentu sudah ada early warning system,” ucapnya seraya Kemenpar siapkan 49 kegiatan untuk naikkan popularitas Tanjung Lesung.

Direktur Utama PT Banten West Java Poernomo Siswoprasetijo selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung mengatakan akan menyuguhkan wisata lain selain eksplor pantai laut. Nanti akan disuguhkan wisata desa sekitar Tanjung Lesung. Selain itu juga ada Beach club baru dan konsep destinasi wisata baru lainnya. Bahkan untuk menarik minta wisatawan, Tanjung Lesung memberikan diskon sampai 40 persen untuk lama menginap.

“Kami punya 256 obyek wisata yang belum tergarap dengan baik. Kita punya keanekaragaman hayati, budaya, geologi. Terbukanya akses ke Pandeglang akan sangat membantu perkembangan pariwisata di Banten,” ucap Bupati Pandeglang Irna Narulita.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya