oleh

Tanjung Lesung Siap Menerima Wisawatan Lagi

BANTENTanjung Lesung sudah siap menyapa kembali wisawatan. Baik domestik maupun mancanegara. Kawasan wisata yang sudah menjadi KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) ini sudah berbenah. Bahkan nyaris tidak terlihat jika kawasan ini baru saja berduka karena diterjang tsunami pada 22 Desember tahun lalu.

Laut bersih, pantainya pun seger dipandang mata. Situasi ini membuat Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menegaskan. Kawasan Selat Sunda telah aman untuk kembali dikunjungi wisatawan pasca-tsunami. Ukuran keamanan itu berdasarkan pengamatan intensif dari Badan Geologi terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pasca-tsunami Selat Sunda yang telah menunjukkan penurunan aktivitas dan tidak ada fenomena bertumbuh.
Begitu pula pemantauan PVMBG dan BMKG yang telah melakukan aktivasi dan pemanfaatan teknolog mitigasi bencana.

“Atas nama masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Banten dan Lampung. Dengan ini saya menyatakan kawasan Selat Sunda sudah aman dikunjungi,” kata Menpar Arief Yahya di Alun-alun Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Senin siang (1/4/2019). Bertepatan acara perayaan HUT Kabupaten Pandeglang, Banten.

Hadir dalam acara kunjungan Menpar Arief ke Banten yakni Gubernur Banten H. Wahidin Halim, Gubernur Lampung Muhammad Ridho Ficardo, Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Rudy Suhendar, dan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati. Hadir di acara itu Bupati Pandenglang Irna Nurulita sebagai tuan rumah, para tokoh masyarakat setempat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Serta ribuan warga Pandeglang yang sedang menyaksikan tari kolosal dalam gelar budaya menyambut HUT Kabupaten Pandeglang.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian ESDM pada 25 Maret 2019. Telah menurunkan status Gunung api Anak Krakatau dari level III (Siaga) menjadi level II (Waspada) dengan radius aman menjadi 2 km dari sebelumnya 5 km dari kawah.

“Saya tegaskan lagi radius aman itu 2 km dari kawah Anak Krakatau, bukan dari pesisir pantai. Dengan demikian kawasan wisata di Selat Sunda aman dikunjungi wisatawan,” kata Arief Yahya.

Pasca-bencana tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2019, Kemenpar membentuk tim Selat Sunda Aman yang diketuai Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenpar Guntur Sakti. Yang juga sebagai Ketua Tim Manajemen Krisis Kemenpar untuk melakukan pemantauan serta memastikan agar seluruh program pemulihan sektor pariwisata Selat Sunda berjalan sesuai rencana. Baik dari unsur sumber daya manusia (SDM), pemasaran, maupun destinasi terdampak.

Sementara itu untuk mengawal strategi pemulihan pariwisata di destinasi terdampak. Menpar Arief Yahya secara rutin tiap bulan mengadakan kunjungan kerja ke Kabupaten Serang, Pandeglang, dan sekitarnya. Pada awal April 2019, Menpar Arief Yahya kembali mengunjungi Kabupaten Serang, Kabupaten Pandeglang, dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung. Di Kabupaten Serang, Menpar Arief Yahya melakukan dialog interaktif dengan pelaku industri wisata mengangkat tema Anyer Reborn. Selain itu ia menyaksikan event Anyer Krakatau Cultural Festival dan ‘Bedol Bendung Pamarayan’.

Sementara itu di Kabupaten Pandeglang, Menpar menghadiri perayaan HUT Kabupaten Pandeglang. Pada kesempatan itu Arief Yahya juga menyaksikan penandatanganan prasasti Kampung Otak-otak, MoU terkait IT, pembagian hadiah lomba Pokdarwis tingkat Provinsi Banten, serta menyaksikan tari kolosal dalam gelar budaya. Sedangkan di Tanjung Lesung, Menpar mengunjungi Banten Travel Exchange, kick off rencana revitalisasi amenitas KEK Tanjung Lesung, meninjau New Beach Club, meresmikan Lalasa Beach Club, serta menyerahkan secara simbolis kaos kepada anggota Balawista. Pada akhir kunjungan Menpar Arief Yahya menyampaikan paparan sekaligus menutup acara bertajuk ‘Jurnalisme Ramah Pariwisata’.(kmd)

Komentar

Berita Lainnya