oleh

Tanpa Pengacara, Terdakwa ini Minta Dihukum Ringan

PALEMBANG – Di hadapan majelis hakim PN Palembang diketuai Touc Simanjuntak SH MH, Kamis (9/9) terdakwa Erwin Albert dalam perkara penganiayaan terhadap korban Kalan Sari mengaku tindak melakukan pemukulan terhadap korbannya.

“Saya tidak melakukan pemukulan seperti yang dituduhkan pada saya pak,” bela Erwin setelah dituntut 2 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang Sigit Subiantoro SH melalui video online.

Oleh sebab itulah itu dirinya yang tanpa didampingi penasihat hukum ini, meminta kepada hakim persidangan agar diringankan hukuman yang akan dijatuhkan terhadapnya.

“Baik kami akan mempertimbangkan pembelaan, meskipun terdakwa membantah telah melakukan penganiayaan,” jawab hakim.

Setelah mendengarkan pembelaan itu, hakim menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa yang telah melakukan penganiayaan sebagaimana diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 351 Ayat (1) KUHP.

“Menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa sama dengan tuntutan JPU selama 2 tahun penjara,” tegas Touc saat membacakan amar putusan.

Penganiayaan terdakwa itu terjadi pada April 2020, korban Kalan Sari yang merupakan IRT ini menjadi sasaran pemukulan terdakwa saat ingin melerai pertikaian antara terdakwa dan saksi Rauyan yang juga dipukul oleh terdakwa.

Tidak terima akibat pemukulan itu, korban mengalami luka memar di wajah serta hidung ini langsung melaporkan terdakwa ke Polsek Sako Palembang. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya