oleh

Target Cover 1 Juta Pekerja

PALEMBANG – Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menargetkan kepesertaan tahun ini sebanyak 1 juta pekerja. Jumlah tersebut hampir sama dengan tahun lalu yang mencapai 1,070 juta pekerja. Hanya saja, realisasi tahun lalu hanya mencapai 894 ribu pekerja aktif.
Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sumbagsel Arief Budiarto mengatakan. Untuk mencapai target tersebut, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah. Diantaranya dengan meningkatkan pelayanan serba elektronik. “Kami trerus menyempurnakan aplikasi BPJSTKu. Saat ini, aplikasi bisa melayani e-claim. Dimana peserta bisa mengajukan klaim secara elektronik. Lalu, e-antrian untuk mengambil nomor antrian di pelayanan kantor BPJS TK. Kemudian e-registration yang bisa melayani registrasi,” ujar Arief saat dibincangi usai Rakorda Kanwil BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel.

Arief mengatakan target kepesertaan akan fokus dikejar di sektor informal. Atau kategori bukan penerima upah. Karena potensinya di Sumsel cukup tinggi. Mayoritas tenaga kerja informal berprofesi sebagai petani, nelayan dan wirausaha rumahan (home industry). “Pekerja di sektor informal sangat luas. Kami akan gencar melakukan sosialisasi di segala profesi. Menggugah kesadaran dan pemahaman pekerja mengenai manfaat kepesertaan,” katanya.

Pekerja informal yang sudah terdaftar, lanjutnya bakal terus dipertahankan. Mereka akan dibina agar terus menjadi peserta aktif. Arief menjelaskan. BPJS Ketenagakerjaan juga telah membentuk Desa Sadar Jaminan Sosial. Untuk menggarap kepesertaan di sektor usaha yang potensial, seperti Perkebunan. “Melalui program desa sadar itu kami bisa mengenalkan apa itu BPJS Ketenagakerjaan. Dan saya pikir itu cukup berhasil,” terangnya.

Ia juga akan menggalakkan sistem keagenan Penggerak Jaminan Sosial (Perisai). Untuk memperluas cakupan kepesertaan terutama dari sektor informal. “Di Palembang sendiri sudah ada 44 agen Perisai. Yang telah mengumpulkan sebanyak 5.400 peserta. Mereka ini terus menyosialisasikan BPJS Ketenagakerjaan ke masyarakat,” ucapnya.

Dari sisi iuran, Kanwil Sumbagsel sendiri mendapat target sebesar Rp2,2 triliun. Lebih besar sekitar 20 persen dari target tahun lalu sebesar Rp1,9 triliun. Arief optimis dengan program dan inovasi yang dilakukan,. Pihaknya bisa mencapai target yang ditetapkan. “Kami optimis bisa mencapai target,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Guntur Witjaksono mengatakan. Pencapaian Kanwil Sumbagsel tidak terlalu jelek. Walaupun masih ada beberapa kekurangan. Dirinya berharap jajaran bisa memaksimalkan potensi dan memperbaiki kesalahan yang ada.

“Penambahan peserta aktif serta peningkatan iuran harus dicapai,” ungkapnya.

Guntur mengungkapkan secara nasional, pencapaian BPJS Ketenagakerjaan cukup menggembirakan. Data Desember 2018, jumlah pekerja yang sudah tercover sebanyak 30,8 juta pekerja. Jumlahnya meningkat dari 2017 yang hanya mencapai 28 juta.

“Target di tahun ini diharapkan bisa bertambah sebanyak 5 juta pekerja,” pungkasnya. (kos)

Komentar

Berita Lainnya