oleh

Tega Banget, Diduga Buaya Muara di Lokasi Ini Sengaja Dilepas Orang

PENAMPAKAN seekor buaya muara (Crocodylus porosus) di Tukad Sangsang, Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Senin siang (21/6) sekitar pukul 11.19 WITA sempat gegerkan warga setempat. Buaya muara sepanjang 2 meter dan diperkirakan berumur 1,5 tahun, ini ditemukan salah seorang pemancing dalam kondisi sedang berjemur di sungai. Kini, meski sudah dilakukan perburuan selama hampir sehari, buaya muara itu belum juga berhasil ditangkap.

IB INDRA PRASETYA, Gianyar

I KETUT BUDIAWAN benar-benar mengaku sangat takut dan kaget. Warga asal Banjar Roban, Desa Bitera, Gianyar ini mengaku kaget dan terkejut saat melihat seekor reptile besar bersisik di tengah tukad (sungai).

Kejadian mengerikan, itu terjadi saat dirinya sedang mincing mencari ikan.

“Waktu itu saya mancing di sebelah Timur. Pas saya menoleh ke barat, saya melihat ada sesuatu di atas kayu,”ujar Budiawan ditemui disela-sela pencarian buaya oleh petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, Selasa (22/6).

Kata Budiawan, awalnya, dia mengira sekilas seperti biawak. “Saya perhatikan, kok lebih besar. Ekornya besar,” ujarnya. Karena jaraknya cukup jauh dan saksi penasaran, dia pun merogoh handphone kemudian memotret dengan cara di zoom.

“Setelah saya perhatikan, wah buaya itu,” ujarnya ketakutan. Selanjutnya, setelah memastikan yang dilihatnya buaya, ia langsung menggulung tali pancing kemudian meninggalkan lokasi mancing.

Kemudian, di perjalanan pulang, saksi juga sempat memberitahu nelayan dan beberapa kerabatnya. Kabar itu langsung didengar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar.

Saksi mengaku baru dua kali memancing di muara itu. “Ini mancing kedua baru lihat buaya,” ungkapnya. Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, Gusti Ngurah Dibya Presasta yang menerima laporan dari staf langsung mengambil upaya.

Petugas diterjunkan ke lokasi muara pada Senin sore. Namun karena tidak berhasil, pencarian dilakukan kembali Selasa pagi. “Kami berkoordinasi dengan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) untuk penangkapan,” ujarnya.

Petugas yang turun ke muara dibagi. Ada yang memantau di atas jembatan dan di areal muara. Akhirnya sekitar pukul 09.13, buaya terlihat sedang menepi di pinggir sungai. “Buaya sudah ditemukan (terlihat, red). BKSDA sudah dihubungi dan meluncur ke lokasi. Lokasinya di timur lampu merah Lebih, aliran Tukad Sangsang,” terangnya.

Sementara itu, dikonfirmasi terpisah, Kepala SKW II BKSDA Bali, Sulistyo Widodo, menduga buaya muara itu merupakan buaya peliharaan.

Dugaan kuat itu, karenaberdasarkan data yang dimiliki di BKSDA Bali, tidak ada jenis buaya. “Diperkirakan buaya ini dipelihara. Dan sengaja dilepas oleh orang,” ungkapnya. Ketika lokasi diketahui, petugas turun menggunakan perahu. Penangkapan pun dilakukan oleh petugas yang sudah ahli.

“Kami juga menggunakan perangkat yang menggunakan box lalu diisi pakan atau dilakukan dengan cara dijaring dikasi umpan dan dilepas jaringnya,” imbuhnya.

Hingga Selasa sore pukul 16.55, buaya yang diburu belum tertangkap. “Ngga ada sarang, yang ada tempat berjemur. Yang dilakukan saat ini pemasangan kandang jebak dan pemantauan untuk penangkapan,” pungkasnya sembari mengimbau warga untuk tetap berhati-hati dan tidak mendekat ke sekitar lokasi. (rb/dra/pra/JPR)

Komentar

Berita Lainnya