oleh

Tega Nian! 2 Dokter RSM Palembang yang Berusaha Mencegah Covid-19 Menyebar Malah di SP-3

PALEMBANG – Dua orang dokter yang bertugas di UGD RS Muhammadiyah Palembang yakni dr Fery dan dr Puri Sulistyowati tidak terima telah diberi sanksi berupa SP-3 oleh pihak RS Muhammadiyah.

Pasalnya, mereka menganggap keputusan pemberian sanksi oleh pihak RS Muhammadiyah Palembang tidak sesuai dengan aturan dan prosedur yang ada, menurutnya pihak managemen RS Muhammadiyah Palembang tidak memberikan kesempatan untuk menjelaskan dan membela diri terlebih dahulu.

“Bukan hanya kami berdua bahkan total ada 8 orang termasuk kami yang diberikan surat peringatan, 6 orang tenaga medis dan 2 orang non medis,” ungkap  dr Fery, Rabu (24/6/2020)

Lebih jelas ia mengatakan jika ini buntut dari sempat ditutupnya UGD RSMP karena dokter jaga saat itu takut menyebarkan virus kepada pasien karena sempat kontak dengan  29 tenaga kesehatan (Nakes) RSMP yang dinyatakan positif Covid 19.

“Iya, saat itu kebetulan saya sudah dua hari isolasi karena merasa pernah kontak, sementara dr Puri yang bertugas berjaga di IGD hanya sendirian, dan berinisiatif menutup IGD karena sudah tidak mampu lagi melayani pasien yang masuk sendirian, sementara petugas IGD yang lain mogok meminta kejelasan tindakan medis apa yang akan dilakukan untuk mereka di IGD dengan direktur dan managemen RSMP?,” katanya.

Menurutnya, sejak awal managemen RSMP memang sudah melakukan kesalahan protap terhadap nakes RSMP yang saat itu masih dalam status ODP. Seharusnya mereka (Nakes) yang ODP disuruh isolasi dulu sembari menunggu hasil swab, sehingga tidak menyebarkan ke Nakes dan pasien yang ada di RSMP.

“Jadi sejak awal protap-nya sudah salah, harus diperbaiki, dan sesuai aturan kesehatan, jangan malah membiarkan tenaga medis tanpa APD berinteraksi dengan Nakes yang ternyata positif semua,” ujarnya.

Sementara itu dr Puri Sulistyowati mengatakan jika memang saat itu dirinya hanya sendirian di UGD sementara rekan yang lain sedang meminta kejelasan dari direktur RSMP terkait kondisi mereka yang ternyata sudah delapan hari kontak dengan 29 Nakes RSMP yang dinyatakan positif Covid 19.

“Iya kebetulan saat itu saya juga sendirian di IGD, seluruh saya yang handel, sementara saya juga khawatir sudah menjadi carier karena memang selama 8 hari kontak dengan salah satu nakes di RSMP yang dinyatakan positif Covid 19,” ungkapnya.

Jadi karena sudah merasa kualahan menangani pasien IGD dan takut juga menyebarkan virus ke pasien, dirinya berusaha ke instalasi untuk menutup IGD sementara.

“Saat itu saya infokan di grup whatsApp, semua ada mulai dari direktur dan wakilnya, tapi tidak ada respon hanya dibaca saja, karena khawatir menularkan jadi saya inisiatif untuk pasang label tutup dulu sembari menunggu rekan yang lain,”

Dan ternyata setelah hasil swab saya keluar saya dinyatakan positif terpapar Covid 19, jadi saya benar benar keberatan di sanksi tanpa diberikan waktu pembelaan oleh manageman RSMP.

“Ya saya positif, kalau tetap saya paksakan menangani pasien waktu itu, sudah berapa pasien yang sudah jadi korban, bahkan disini saya juga merasa dirugikan karena protap RS yang salah menangani nakes yang ODP, saya juga menularkan virus ini ke ibu saya,” ujarnya.

“Intinya kami minta managemen RSMH mencabut surat ini, memulihkan nama baik kami, serta mengembalikan semua hak-hak kami, karena kami merasa sudah dizolimi, selanjutnya kami akan konsultasi dengan penasehat hukum kami, kemudian akan melakukan upaya hukum,” kata mereka kepada awak media.

Penasehat hukum keduanya, Advokat Daud Dahlan SH MH mengatakan jika pihaknya masih akan mempelajari lebih dalam terkait permasalahan kedua kliennya itu.

Advokat Daud Dahlan SH MH
“Ya, kita pelajari dulu, apakah di dalam terbitnya SP 3 ini ada unsur pidana atau tidak, yang jelas kalau dari perdata kita gugat ke pengadilan hubungan kerja (PHI), kalau ada unsur pidana akan kita laporkan ke pihak kepolisian,” tegasnya singkat.

Direktur RS Muhammadiyah Palembang dr Pangestu Widodo MARS saat dikonfirmasi melalui pesan whatsApp tidak memberikan jawaban.

Sementara Humas RS Muhammadiyah Palembang, Kholil mengatakan jika dirinya belum mengetahui terkait sanksi yang diberikan kepada petugas IGD RSMP tersebut.

“Ya belum sampai ke kita infonya,” katanya singkat.

Dalam SP3 yang diberikan RSMP kepada dr Feriyanto kepala Instalasi IGD RSMP tertulis jika melakukan pelanggaran tidak melakukan upaya apapun sewaktu petugas IGD mogok dan tidak mencegah pemasangan label tutup di pintu IGD

Sementara dr Puri dalam SP nya melanggar karena menghubungi kepala Instalasi IGD melalui WA untuk penutupan IGD dan menyuruh pelayanan IGD ditutup dan ditempeli label sehingga viral di medsos. (cj15)

Komentar

Berita Lainnya