oleh

Tegas, Mendagri Tito Minta Masyarakat Sumsel Ikuti Larangan Mudik Lebaran

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, secara khusus meminta ada sinergisitas antara Pemerintah Pusat dan seluruh Kepala Derah terkait larangan mudik sebagai upaya memberantas penyebaran COVID-19, tanpa terkecuali Sumatera Selatan (Sumsel).

Tito menegaskan, yang harus dipahami betul ketika Presiden melarang mudik, maka di daerah narasinya sama yakni, melarang mudik. Ia menekankan, sejatinya upaya pencegahan penyebaran COVID-19 harus satu misi, sebab sudah menjadi permasalahan nasional.

“Kami meminta kepada seluruh termasuk Sumsel harus satu misi tentang larangan mudik lebaran tahun ini dan narasinya harus sama yakni melarang mudik,” tegas Tito, usai memantau Wisma Atlet, Jakabaring Sport City, Palembang, Minggu (2/5).

Kalau imbauan Sumsel tentang memperbolehkan mudik antar kabupaten dan kota akan berdampak terhadap mobilitas yang tinggi. Sehingga kondisi ini sangat berpotensi terhadap dampak yang ditimbulkan dan akan sulit dikendalikan.

“Narasinya mengimbau tidak boleh mudik, tapi ada kecualinya. Saya ingatkan bahwa jangan pakai kecuali tapi tegaskan dilarang mudik,” cetusnya.

Hal tersebut didukung dari survei yang mereka dapati. Yang mana, ketika pemerintah hanya diam saja tidak ada imbauan tentang mudik maka, 33 persen masyarakat yang mudik, ketika ada larangan mudik sekitar 11 persen masyarakat akan mudik. Jika larangan disertakan aksi sosialisasi di lapangan maka ada 7 persen masyarakat yang mudik.

“Jika ada narasi memperbolehkan mudik dipastikan di atas 33 persen masyarakat yang pulang kampung akibatnya mobilitas angka tinggi akan sulit dikendalikan. Alih-alih mau minta maaf saat Hari Raya Lebaran malah menyebarkan virus,” tutupnya.

Komentar

Berita Lainnya