oleh

Tegas… Penyidik Tahan Irjen Napoleon

JAKARTA – Penyidikan kasus Djoko S Tjandra yang melibatkan dua jenderal polisi memasuki babak baru. Tersangka Irjen Pol Napoleon Bonaparte yang selama ini belum ditahan, akhirnya ditahan penyidik Bareskrim Polri, Rabu (14/10).

Kuasa hukum sang jenderal, Santrawan T Paparang protes kliennya itu langsung ditahan oleh penyidik Bareskrim. Dia beralasan bahwa Irjen Napoleon selama ini telah bersikap kooperatif dalam pemeriksaan.

Satu tersangka lainnya bernama Tommy Sumardi juga ditahan penyidik Bareskrim.

“Datang ke sini (Bareskrim) dengan pakaian (dinas) lengkap. Tiba-tiba datang surat penahanan. Jadi persis ditahan hari ini,” kata Santrawan di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu. Santrawan menyebut bahwa kliennya itu sudah memintanya untuk membeberkan fakta hukum dalam kasus ini.

“Perintah beliau buka saja untuk fakta hukumnya, kami akan buka, tidak akan kami tutup-tutupi lagi,” ungkap Santrawan. Dia menyatakan bahwa Napoleon tidak terlibat kasus ini. Justru, awalnya kliennya itu hendak melaporkan tersangka Tommy Sumardi, namun belum tercapai karena dihalang-halangi.

Namun demikian, pihaknya tidak merinci siapa yang menghalangi Napoleon untuk membuat laporan polisi.

“Kalau orang terima duit, apa berani dia melapor? Duit yang diduga diterima beliau (Napoleon-red) berdasarkan keterangan TS (Tommy Sumardi), di mana? Apa disita duit itu? Tidak ada (uang) yang disita, penyitaan uang tidak ada di tangan beliau,” tuturnya. Karena itu, kata Santrawan, tuduhan terhadap Irjen Napoleon Bonaparte dalam kasus ini bisa menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum. Sebab, tidak ada barang bukti yang disita dari tangan kliennya sebagai tersangka.

“Ini bisa jadi bola liar. Ini bisa jadi preseden buruk proses penegakan hukum. Nanti si A, B, C bisa menuduh orang seenaknya,” tegas Santrawan.

Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri telah menahan Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan Tommy Sumardi di Rutan Bareskrim sejak Rabu (14/10) hingga 20 hari ke depan. Napoleon dan Tommy adalah tersangka dalam kasus dugaan gratifikasi pengurusan pencabutan red notice Djoko Tjandra.

“Tersangka NB (Napoleon Bonaparte) langsung di-swab dan selanjutnya dilakukan penahanan,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol Awi Setiyono, kemarin. “Kemudian Saudara TS (Tommy Sumardi) juga demikian. Datang, langsung dilakukan swab dan selanjutnya ditahan,” lanjutnya.

Penahanan ini dilakukan menjelang penyerahan tahap II berkas perkara dugaan gratifikasi pengurusan pencabutan red notice ke Kejaksaan. Keduanya ditahan usai menjalani pemeriksaan. Dalam kasus ini, polisi menetapkan empat orang sebagai tersangka yakni Djoko Tjandra dan Tommy Sumardi sebagai pemberi gratifikasi. Kemudian Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Pol Prasetijo Utomo sebagai penerima gratifikasi. Sementara tersangka Djoko dan Brigjen Prasetijo telah lebih dulu ditahan.(antara/jpnn)

Komentar

Berita Lainnya