oleh

Tekan COVID-19, Pemprov Terapkan PPKM Mikro

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Pemerintah Provinsi Sumsel menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) skala mikro. Sebagai upaya menekan angka persebaran kasus corona virus disease (COVID-19), yang meningkat 28,61 persen. Kendati demikian, belum ada rancangan atau tindakan teknis dari Pemprov terkait PPKM.

Ahli epidemiologi Sumsel Dr Iche Andriyani Liberty menyampaikan, sudah lama dibahas bahwa intisari dari hal tersebut berada pada kepatuhan protokol kesehatan (prokes) masih menjadi kunci utama masyarakat untuk dapat selamat dari pandemi ini.

“PPKM Mikro ini seharusnya dilakukan sejak lama di Sumsel. Mobilitas masyarakat yang tinggi juga dibarengi kepatuhan prokes yang menyusut. Khususnya di ruang publik atau fasilitas umum,” ungkap Epidemiolog Universitas Sriwijaya, Iche Andriyani Liberty, Rabu (7/4).

Menurut Iche di tengah klaim jumlah kasus menurun, hal itu tidak bisa mengaburkan fakta bahwa penurunan kasus karena adanya proses testing yang ikut menurun. “Di minggu sebelumnya kasus aktif turun, kasus sembuh juga turun, lalu di minggu ini ada kenaikan angka positivity rate yang naik menandakan testing kita turun,” jelas dia.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol-PP) Sumsel Aris Saputra memastikan, operasi yustisi kian digencarkan selama periode penerapan PPKM Mikro di Sumsel. Menindak masyarakat yang mengabaikan prokes, menekan persebaran kasus.

“Agar program tersebut berjalan efektif maka perlu memastikan masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan. Kami akan melakukan operasi yustisi di fasilitas publik seperti taman kota, restoran, kafe, mal, dan fasilitas umum lainnya,” kata Aris.

Menurut dia, pelaksanaan operasi yustisi akan maksimal untuk membuat masyarakat patuh terhadap aturan protokol kesehatan di masa pandemi. Hal ini karena saat ini masyarakat telah melakukan berbagai aktivitas secara normal dan tak jarang mengabaikan kewajiban untuk disiplin terhadap anjuran menjaga jarak di tempat umum.

“Tujuan operasi yustisi ini untuk menekan penularan kasus. Apalagi, saat ini PPKM mikro mulai diberlakukan,” jelas Aris.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Sumsel, hingga 4 April lalu, angka kematian akibat infeksi COVID-19 di Sumsel mencapai 4,7 persen atau jauh lebih tinggi dibanding nasional yang hanya 2,7 persen.

Dari sisi tingkat kesembuhan Sumsel juga masih di bawah kesembuhan nasional. Hingga kini persentase kesembuhan di Sumsel hanya 87,2 persen. Angka ini lebih rendah dari tingkat kesembuhan nasional sekitar 89,7 persen.

Sementara, kasus aktif di Sumsel mencapai 7,97 persen lebih tinggi dari nasional sebesar 7,6 persen. Angka positivity rate Sumsel juga masih sangat tinggi yakni 28,61 persen jauh lebih tinggi dari yang diatur oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yakni di bawah lima persen. (bim)

Komentar

Berita Lainnya