oleh

Tekan Karhutla Melalui Program DMPA

Palembang – Selain melakukan pencegahan dan mitigasi, APP Sinar Mas juga melakukan program pemberdayaan masyarakat yang diberi nama Desa Makmur Peduli Api (DMPA). Untuk mengelola lahan dengan metode agroforestri, masyarakat didukung dengan cara bercocok tanam tumpangsari hortikultura (sayur dan buah), tanaman pangan, peternakan, dan perikanan juga industri kecil-menengah untuk olahan pangan.

“Baik untuk konsumsi sendiri maupun dijual sebagai alternatif sumber penghasilan keluarga,” kata Head of Social & Security Sinar Mas Forestry Region Palembang Zulhadi Aziz.

Permasalahan petani itu, kata Zulhadi umumnya hasil produksi yang rendah dan rentan dengan hama. Pihaknya membantu mereka lewat sosialisasi, pendampingan, dan pemberian bantuan alat-alat seperti saprodi untuk meningkatkan produktivitas sekaligus mengedukasi mereka agar meninggalkan teknik pembukaan lahan dengan dibakar.

“Sementara, untuk kegiatan industri rumahan, perusahaan umumnya membantu kegiatan produksi dan kegiatan pemasaran,” terang Zulhadi.

Dia mencontohkan, di Desa Bukit Batu dan Simpang Heran Kabupaten OKI, petani padi dan jagung yang menerapkan program DMPA mengalami peningkatan pendapatan rata-rata 20 persen hingga 50 persen per kepala keluarga di setiap bulannya.

“Untuk industri rumahan, produk DMPA yang dihasilkan dari desa tersebut antara lain keripik singkong, keripik pisang, dan keripik tempe. Sementara, di desa pantai, kami membantu masyarakatnya untuk membuka peluang usaha baru tanpa perlu pergi ke hutan. Dengan begitu, potensi kebakaran hutan pun dapat ditekan,” lanjut Zulhadi.

Di Desa Simpang Tiga Makmur dan Simpang Tiga Jaya, contohnya lagi, program DMPA mendukung kegiatan produksi dan pemasaran dari industri rumahan pembuatan kerupuk kemplang, kerupuk udang, dan bandeng pesto.

Pembuat kerupuk ikan dan udang khususnya di Desa Simpang Tiga Jaya, yang sebelumnya mendapatkan pembinaan DMPA mengalami peningkatan produksi dan pendapatan rata-rata 5-10 persen per bulan dengan omzet mencapai Rp5 juta sampai Rp10 juta per kepala keluarga setiap bulannya.(dho)

Komentar

Berita Lainnya