oleh

Teluk Bayur Akan Ditutup, Molen: Akan Jadikan Kampung Ibadah

MUNCULNYA kasus human trafficking atau perdagangan manusia yang terjadi di lokalisasi Teluk Bayur yang berhasil diungkap Polres Pangkalpinang beberapa waktu lalu membuat Wali Kota Pangkalpinang, H Maulan Aklil naik pitam.

BAGAIMANA tidak, kasus ini terus terulang kembali setelah sebelumnya juga sempat terjadi kasus yang serupa.Dia pun menegaskan akan segera mengambil tindakan dengan menutup tempat praktek asusila tersebut yang meresahkan masyarakat selama ini.

“Ini namanya kurang ajar, miris saya ketika mendengarkan informasi perdagangan manusia ini. Itu berkali-kali terjadi, kita upayakan jangan terjadi lagi, akan kita tutup,” ancam Maulan Aklil (Molen) kepada Babel Pos (sumeks.co).

Menurutnya, penutupan lokalisasi Teluk Bayur akan dilakukan secara bertahap. Selanjutnya, kawasan tersebut akan dijadikannya sebagai kampung ibadah yang memiliki nilai wisata.

“Teluk Bayur itu mau kita jadikan suatu kawasan yang tidak seperti itu lagi. Kita akan rapikan pelan-pelan. Kita akan hilangkan image Teluk Bayur dengan tempat lokalisasi, saat ini kita sudah berkoordinasi dengan Pemprov Babel untuk pengembangan kawasan Teluk Bayur,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepolisian Resor Pangkalpinang kembali berhasil menguak kasus trafficking. Tim opsnal Buser bersama unit Perlindungan Anak dan Perempuan berhasil selamatkan 4 cewek asal bandung.

Ironis, dari 4 orang korban, 3 diantaranya masih di bawah umur. Mereka dijadikan Pekerja Seks Komersial (PSK) di cafe Podomoro 2 Cikuya, lokalisasi Teluk Bayur (TB).Diketahui korban yakni, AN (17), NSO (17), ARS (15) Dan NAL (19). (pas)

Komentar

Berita Lainnya