oleh

Telusuri Aliran Dana ke Rommy, KPK Periksa Kemenag Jatim

-Hukum-535 views

JAKARTA – Rangkaian pemeriksaan kasus seleksi jabatan di Kementerian Agama (Kemenag) RI memasuki agenda penelusuran aliran dana. Penyidik pun memeriksa tersangka mantan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah memaparkan, Haris diperiksa sebagai saksi bagi tersangka mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Romny, dan mantan Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi. Lebih lanjut dijelaskan dia, pemeriksaan  beragendakan penelusuran aliran dana kepada Romy.

“(Haris) diperiksa sebagai saksi untuk dua tersangka yang lainnya. Tentu kami dalami apa yang ia ketahui terkait dengan proses seleksinya dan juga dugaan aliran dana pada RMY (Rommy, red),” ujar Febri di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta, Selasa (26/3).

Febri menyampaikan, Haris diduga menjadi salah satu pihak yang menyerahkan dana Rp250 juta kepada Rommy untuk menduduki jabatan di Kemenag. Selain itu, sambung Febri, penyidik juga mendalami adanya dugaan penerimaan uang lain yang diterima dari pihak lain, yakni Muhammad Muafaq Wirahadi sebesar Rp50 juta.

“HRS (Haris Hasanuddin) ini diduga pernah memberikan sekitar Rp250 juta terhadap tersangka RMY (Romy). Kemudian sebelum tangkap tangan (OTT) terjadi ada dugaan pemberian Rp50 juta untuk kepentingan satu pihak lain lagi tapi juga bersama-sama dengan HRS,” paparnya.

Sedangkan pada Senin (25/3), salah seorang dari ketiga saksi yang diperiksa, PNS Kanwil Kemenag Yogyakarta Abdul Rochim merupakan adik sepupu Romy. Fakta tersebut terungkap saat dirinya diwawancarai usai menjalani pemeriksaan.

Saat dikonfirmasi, Febri mengatakan tidak menutup kemungkinan penyidik akan mengembangkan perkara ke arah dugaan keterlibatan kerabat Romy dalam kasus tersebut. Namun, Febri menegaskan, saat ini fokus penyidikan dilakukan terhadap perkara yang menjerat ketiga tersangka.

“Jadi (penyidikan) masih fokus pada pokok perkara terkait dua posisi di Kemenag. Jika buktinya kuat dan faktanya kuat akan kami cermati. Tapi sekarang kami fokus pada dua posisi ini,” terangnya.

Sebelumnya, adik sepupu Romy Abdul Rochim mengaku dicecar sedikitnya 17 pertanyaan oleh penyidik. Secara garis besar, kata dia, pertanyaan tersebut seputar pertemuan yang dilakukan antara kakaknya yang juga caleg PPP DPRD Kabupaten Gresik Abdul Wahab dengan Romy.

“Kaitannya mungkin karena saya menjadwalkan pertemuan antara kakak saya Abdul Wahab dengan mas Romy. Iya hanya dikonfirmasi soal pertemuan itu saja,” jelas Rochim.

Dalam perkara ini, Romahurmuziy ditetapkan sebagai tersangka. Selain Rommy, KPK juga menetapkan dua tersangka lainnya. Yaitu Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi.

Penetapan ketiga tersangka itu berdasarkan kegiatan operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar Tim Satgas Penindakan KPK di Surabaya, Jawa Timur, pada Jumat (15/3) pagi. Dalam OTT itu, KPK berhasil mengamankan total enam orang dan barang bukti berupa uang senilai Rp156.758.000.

Rommy diduga menerima uang sebesar Rp250 juta dari Haris Hasanuddin dan Rp50 juta dari Muhammad Muafaq Wirahadi. Uang tersebut diduga diserahkan untuk pengurusan proses seleksi keduanya dalam seleksi jabatan di Kemenag.

Atas perbuatannya, sebagai pihak penerima, Romy disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebagai pihak pemberi, Haris Hasanuddin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor. Sedangkan Muhammad Muafaq Wirahadi yang juga berstatus sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (riz/ful/fin)

Komentar

Berita Lainnya