oleh

Temuan BPOM Lubuklinggau Tak Digubris Warga

MURATARA-Temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kota Lubuklinggau di pasar Lawang Agung, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara‎. Terkait produk jajanan takjil mengandung zat berbahaya, ternyata tidak digubris warga. Pasalnya, Produk pangan seperti kerupuk merah, kolang-kaling merah, dan mie basah. Yang terindikasi positif berbahaya, masih tetap dijual bebas.

“Nah idak tau dek yang mano yang bener, kami beli barang ini rato-rato dari Lubuklinggau. Herannyo BPOM Linggau, ngecek barang bukan di Linggau, tapi ngecek di Muratara. Ngatoke barang yang kami jual bahayo, beracun, pakai formalin, pakai pewarno, pakai pengawet,” kata Yati. Salahsatu pedagang di Pasar Lawang Agung, hari ini (13/5).

Menurutnya, pengambilan sampel yang dilakukan BPOM Lubuklinggau tidak realistis. Karena pengawasan semestinya dilakukan dari tempat produksi terlebih dahulu. Selanjutnya pengawasan baru berlanjut ke wilayah distribusi.

“Kalau ada temuan di Muratara, artinya gudang formalin, borak, produk bahayo, itu pasti ada di Lubuklinggau. Tapi ngapo sampai sekarang idak pernah terungkap. Padahal kami pedagang di Rupit ngambek barang dari Linggau galo,” cetusnya.

Kendati sejumlah produk temuan BPOM Lubuklinggau di pasar Rupit Lawang Agung berbahaya. Dan tidak boleh dijual belikan. Sejumlah pedagang di Pasar Lawang Agung, tetap menjual produk-produk. Seperti kolang kaling merah, kerupuk merah, dan mie basah itu ke konsumen.

Sementara itu, PLT Dinas Kesehatan Kabupaten Muratara, Kusrianto saat dikonfirmasi mengenai hasil temuan BPOM mengatakan. Pihaknya membenarkan adanya pengawasan dan monitoring yang dilakukan BPOM Lubuklinggau terkait makanan dan obat-obatan di wilayah Muratara. (cj13)

Komentar

Berita Lainnya