oleh

Temukan 1816 Kasus TBC di Tahun 2019

MUARA ENIM – Pemerintah Kabupaten Muara Enim menemukan 1816 kasus tuberculosis (TBC) yang mewabah di kalangan warga di daerah setempat. Hal ini dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muara Enim H Hasanudin saat menerima Kunjungan Tim Joint Ekternal TB Monitoring Mission (JEMM) di Kabupaten Muara Enim, bertempat di Aula Dinkes Muara Enim,Rabu (22/1).

“Untuk Muara Enim di tahun 2019 ditemukan sebanyak 1816 all kasus TBC sensitive, susfek yang di periksa sebanyak 11313, 3 TB- HIV, 485 TB anak, dan 22 pasien TBC Resisten Obat. Untuk tahun 2020 Target Penemuan TB yang Ada Muara Enim sebanyak 2003 kasus TBC,”kata Sekda.

Adapun Kunjungan Tim Join Eksternal TB Monitoring Mission yang dipimpin oleh Subdit TB Republik Indonesia, DR dr Rina Handayani MKes. Hadir juga perwakilan WHO (World Health Organization) dari Negara Jepang, dr Yohhei Hamada, Andini Ayu (Staf Subdit TB), dr Fiqri (perwakilan Subdit Pelayanan Penunjang, Dit Yankes Rujukan), Tiar Salman (partner – STAR Project).

Dalam sambutannya Sekda Muara Enim menyambut baik atas kunjungan Tim JEMM, dan WHO di Kabupaten Muara Enim. “Terkhusus bagi Kabupaten dan masyarakat kami, dengan dilaksanakan kunjungan ini, menambah wawasan bagi kita semua terhadap situasi dan pelaksanaan program TB (Tuberkulosis) terkini dalam rangka mencapai eliminasi TB di Indonesia pada tahun 2030,”ucap Sekda.

Sekda mengatakan sangat di perlukan komitmen kuat dari segenap jajaran pemerintah dan dukungan seluruh lapisan masyarakat didukung ketersediaan sumber daya, sarana dan prasarana yang cukup demi tercapainya Eliminasi TBC tahun 2030, Serta Indonesia Bebas TBC tahun 2050.

“Dengan adanya kegiatan ini  dapat meningkatkan efekifitas pelaksanaan program Nasional Tuberkulosis, meningkatkan perhatian situasi TB dari semua sektor, penguatan komitmen politis untuk program TB di semua tingkatan serta meningkatkan kerja sama pengendalian TB dengan sektor swasta,”pungkasnya.(ozi)

Komentar

Berita Lainnya