oleh

Temukan Arca Manusia di Dusun Tua Gumay Ulu

LAHAT – Tim Panaromic of Lahat dan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lahat kembali menemukan benda megalitikum berbentuk arca manusia.

Penemuan arca manusia setelah mendapat laporan masyarakat bahwa ada benda megalitikum berada di areal perkebunan. Selanjutnya tim Panaromic Of Lahat dan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan mendatangi lokasi tersebut, Sabtu (28/11) di Deda Rindu Hati Kecamatan Gumay Ulu.

Saat diperhatikan bahwa benda tersebut merupakan arca manusia. Arca manusia yang masih utuh dari bagian badan hingga kepala, bagian kepala memakai topi dan bagian lengan terlihat garis baju lengan pendek.

Arah hadap arca manusia barat dan kepala menoleh ke kiri. Lokasi arca di kebun kopi yang sudah tidak terurus sehingga dipenuhi banyak semak belukar dan dekat dengan pemakaman kuno.

Di pemakaman kuno juga ditemukan batu nisan berukir berupa sulur bunga. Lokasi arca manusia dan pemakaman tak jauh dari sungai selangis atau berjarak sekitar 100 meter.

“Lokasi benda megalitikum berada di dusun tua yang sudah lama ditinggal penghuninya. Dusun tersebut bernama Sekayoen dan masuk wilayah Desa Rindu Hati,” ungkap Mario Andramatik dari Panaromic of Lahat, Ahad (29/11).

Lanjutnya, bahwa adanya temuan situs baru ini menambah jumlah situs Megalitikum di Kabupaten Lahat. “Seperti julukannya bahwa Lahat merupakan Negeri 1001 Megalitikum. Memang cukup banyak benda megalitikum di Kabupaten Lahat,” ungkapnya.

Untuk di Kecamatan Gumay Ulu sendiri ada beberapa situs. Seperti situs Tanjung Raja, TInggi hari, Sinjar bulan, Padang, Sumber Karya, Rindu Hati, Talang Muara Dua dan Sekayoen. “Untuk benda Megalitimuk di Gumay cukup banyak.

Bahkan tersebar dan berada diantara kebun- kebun warga. Warga ikit melestarikan dan menjaganya. Walaupun berada di tengah kebun, namun benda- benda megalitikum tidak dirusak warga sekitar,” tambahnya.

Sementara Bambang Aprianto Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lahat mengungkapkan bahwa pihaknya terus melakukan pendataan benda megalitikum dan situs yang tersebar di Kabupaten Lahat.

Pihaknya juga telah membentuk tim Ahli Cagar Budaya. “Tim ini sudah di SK kan. Namun memang perlu adanya sertifikasi.

Kedepan dengan adanya tim ini, upaya agar situs Megalitikum menjadi warisan budaya bisa terwujud. Memang prosesnya cukup panjang namun kita terus berusaha,” ungkap Bambang.

Komentar

Berita Lainnya