oleh

Tender Terlambat, Pedestrian 1,2 km Mulai Dikerjakan

LUBUKLINGGAU – Pengerjaan pembangunan pedestrian tahap awal dengan panjang 1,2 km dipusat kota Lubuklinggau di Jl Yos Sudarso saat ini tengah berjalan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lubuklinggau, Asril menjelaskan pembangunan pedestrian pengerjaannya dilakukan dengan dua tahap. Ditahap awal saat ini dikerjakan satu sisi lebih dulu mulai dari simpang RCA sampai ke rel kereta api.

“Kalau tidak salah kurang lebih panjangnya 1,2 km. Anggarannya hampir Rp6 miliar,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, memang diawal pihaknya membuat pagu Rp6 miliar. Karena harus sampai ke jembatan kelingi. “Tapi ternyata kita munduri dulu, karena jembatan dari simpang lampung merah ke jembatan kelingi. karena kita mau pelebaran jalan dulu. Makanya kita batasi dulu sampai ke rel kereta,” katanya.

Kemudian ditahun berikutnya yakni di 2020 rencananya akan dilanjutkan lagi untuk pembangunan pedestrian tahap kedua yakni diseberangnya. “Insya Allah kalau anggarannya ada yang tahap dua disebelah, seberang,” bebernya.

Asril juga menambahkan, pedestrian yang dibangun saat ini konsepnya pedestrian kekinian. “Pedestrian ini seperti di sudirman (Palembang). Ada tempat pedestriannya, ada kursi, ada spot tempat duduknya. Dilengkapi pula ada lampu taman kalau tidak salah,” terangnya.

Selain itu adanya pedestrian juga bagian dari penataan dan perapian kota. “Ini kan salah satu pusat kota yang ingin kita tata, lebih rapi, lebih indah dan bisa dipakai untuk pedestrian,” ujarnya.

Meski begitu, Asril mengakui tender pengerjaan pedestrian tahap awal sedikit terlambat sebelumnya. Sebab adanya review desain. “Tapi kita coba untuk kejar pelaksanaannya, untuk bikin dua tim. Mungkin mereka sebentar lagi, satu lagi tim tambahan supaya kontrak per 31 desember itu terkejar,” bebernya.

Lebih lanjut, karena sedikit adanya review desain, sehingga pihaknya menunggu desain yang terakhir. “Dan sebelum pelaksanaan kita harus sosialisasi. Sosialisasi ini juga kemarin butuh waktu sama masyarakat yang pemilik ruko,” ungkapnya.

Dan tahapan sosialisasi tersebut tidak bisa dilakukan hanya sekali. “Ada yang keberatan, ada yang pingin gimana pak kami ini ada mobil yang masuk ruko, soluasinya apa? Nah solusinya kita kasih bantalan untuk ruko-ruko yang memang mereka mobilnya didalam,” timpalnya.

Kemudian sesuai keinginan Walikota Lubuklinggau, adanya konsep pedestrian dikota Lubuklinggau diharapkan bisa mencegah kendaraan untuk parkir diatas. “Jadi harapannya seperti itu, lebih rapi, tertata dan kelihatan lebih indah penataan kota,” pungkasnya.(Wek)

Komentar

Berita Lainnya