oleh

Tenteng Golok dan Parang Panjang, Lima Warga Dibekuk Polisi

SUMEKS.CO – Petugas gabungan yang terus mengawal dan mengamankan lokasi lahan seluas 30 hektar milik PT Timur Jaya Group membekuk lima orang warga yang menenteng golok dan parang panjang. Kelimanya dibekuk tim Tekab Polresta Palembang dan Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, Sabtu (15/2/2020) sore.

Lima orang tersebut sebelumnya bergabung dengan sekelompok warga yang masih terus bertahan yang diduga sudah merusak police line yang dipasang bahkan merobohkan pagar beton pembatas di lahan yang berada di Jl Maju Bersama III, Kelurahan Alang-Alang Lebar (AAL), Kecamatan AAL Palembang itu.

Sekitar 100 personil gabungan diterjunkan di lokasi lahan dan di kawasan Labi-Labi yang dipimpin langsung Kabag Ops Polrestabes, Kasat Sabhara Polrestabes Palembang dan Kapolsekta Sukarami.

Tiga orang diamankan di Jl Maju Bersama III yakni, Azhari, Dedi Irawan dan Tarmizi. Sedangkan di Jl Putaran 4 polisi membekuk Rian Hidayat dan Sopian. Kelimanya langsung digelandang ke Mapolresta Palembang untuk diperiksa lebih lanjut.

M Reza Ersyad SH MH selaku kuasa hukum PT Timur Jaya Group saat dikonfirmasi menjelaskan, sebelumnya Jumat (14/2/2020) warga yang menduduki lahan tanah Timur Jaya Group menggelar aksi unjuk rasa di di kantor BPN.

“Mereka menuntut pihak BPN utk mengklarifikasi mengenai berita acara dan kepemilikan lahan tanah Timur Jaya Group. Tetapi setelah menggelar aksi demo, Jumat sore massa tiba-tiba kembali ke lahan dan melakukan pengerusakan serta merobohkan pagar panel beton yang sedang dibangun,” terang Reza.

Tidak hanya itu, massa juga melakukan pengancaman akan membunuh pimpro Pudji Teguh, tukang panel beton dan operator alat berat.

“Dengan adanya kejadian itu, maka Sabtu (15/2/2020) kembali dilakukan pengamanan dan pengawalan pengosongan lahan. Dalam pengawalan tersebut polisi mengamankan 5 orang yang membawa sajam,” tambahnya.

Dirinya berharap warga jangan sampai arogan dan dapat menerima hasil dari berita acara ukur ulang yang dikeluarkan oleh pihak BPN. “Dan agar segera untuk angkat kaki dari lokasi lahan tanah. Warga jangan merasa berhak atas tanah, apalagi tidak memiliki dasar surat yang sah,” tutupnya.

Sebelumnya, Rabu (12/2/2020) ratusan warga juga nyaris menyerang aparat gabungan Polrestabes Palembang dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau dan parang panjang saat pengamanan lahan yang dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Anom Setyadji SIk.

Saat pengamanan berlangsung, Tim Hunter Polrestabes Palembang langsung meringkus Supratman Suryadi alias Rahman alias Parman Jenggot, saat mencoba menyerang petugas dengan pisau.

Setelah diamankan ke Mapolsekta Sukarami, akhirnya Praman digelandang ke Polrestabes Palembang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan barang bukti lain yakni 8 bilah parang panjang dan bambu runcing yang disembunyikan warga di rumput dan pondok. Saat itu, sekitar 700 lebih personil diturunkan dalam pengamanan pengukuran lahan.(dho)

 

Komentar

Berita Lainnya