oleh

Terapkan Prokes, Koreo, Tema, Lagu dan Kostumnya Selalu Berganti

Diversity Line Dance,  Mom- mom Citra Grand City (CGC) Palembang

Sore itu di Family Club (FC) Perumahan Citra Grand City (CGC) Palembang. Mom-mom CGC yang tergabung dalam Diversity Line Dance (LD) sibuk mengatur tempat . Ada yang mengusulkan LD–nya digelar di dekat kolam renang, ada yang mengusulkan di lapangan tenis, dan ada yang ingin di indoor saja.

Akhirnya mereka sepakat. LD digelar di lapangan tenis, corner FC. Agak seru memang. Karena LD kali ini memakai kostum putih-putih, lengkap dengan masker dan face shield. Karena angina kencang face shieldnya  dilepas . Dan, LD tetap seperti biasa memakai masker, dan tetap jaga jarak . Pasti prokesehatan (prokes).

Menurut, koordinator Diversity CGC LD , Mrs Sandra Lumban Raja, memang timnya sepakat LD kali ini agak beda temanya dari LD sebelumnya. Lagu yang dipilih ‘Demi Raga Yang Lain’ , karya komposer Eka Gustiwana – Yessiel Trivena. Dan koreonya; Andre Aditama Rizal.

Kata Sandra, ya untuk support para tenaga medis yang menangani wabah Covid-19. ‘’ Lirik lagu Demi Raga yang Lain ini amat menyentuh, jadi tim sepakat untuk line dance kali ini kita ‘persembahkan’ dan berdoa untuk pejuang kesehatan. Semoga mereka sehat dan terus bersemangat,’’jelasnya.

Bagi komunitas ibu-ibu CGC ini masa pandemi Covid-19 tak menyurutkan mereka untuk berolahraga. Mereka seminggu tiga sampai empat kali selalu salurkan hobinya, dengan Line Dance (LD).

Anggotyanya harus memakai masker, jaga jarak, dan selalu mencuci tangan. Bahkan ada yang memakai atau membawa hand sanitizer dari rumah masing-masing.

Anggota komunitas inipun beragam. Ada yang PNS, dokter, pendidik, pengusaha, dan ibuk rumah tangga. ‘’Pokoknya anggota kita tanpa membedakan RAS. Makanya saat dilaunching komunitas ini diberi nama Diversity,’’kata Sandra.

Beberapa ‘karya’ komunitas line dance Diversity CGC terbilang cukup banyak. Meski bukan murni sentuhan tari dan koregrafinya. Setiap tampil memakai tema dan lagu yang berbeda. Bahklan kostumnya selalu mengikuti tema yang disepakati. Seperti Who’s Laughings, Yaktim Gemileri, Kali Kedua, Lovesick Girls, Superheroes, Mataniari Binsar, Whay Do I, September, Lathi, Vinbgo, dan X-O, dan yang lainnya.

Setiap sore, beberapa menit mereka selalu latihan sesaat. Setelah hafal “Step Sheet” atau “Step Scriptnya, hitungan slow atau irama quick-quick slow, mereka memasang tripod dengan kamera hp. Klik, kemudian merekam gerakan line dancenya.

Setelah selesai, video mereka kirim ke wahatshap anggotanya. Ada yang diposting di masing masing medssonya. Ada yang disimpen di blog, dan youtube. Sehat , dan happy itu simpelkan. (mahmud/ckm)

 

 

Komentar

Berita Lainnya