oleh

Terbaring Lemah Akibat TBC, Kondisi Perly Membaik

LAHAT – Setelah sebelumnya sempat dijenguk Bupati Lahat Cik Ujang SH dan Ketua TP PKK Lidyawati Cik Ujang, penderita TBC atas nama Perly (23) warga Muara Payang, Kecamatan Lahat, kondisinya mulai membaik.

Perly dirawat di RSUD Lahat pada 6 September lalu dalam kondisi lemah. Selanjutnya dilakukan perawatan dan pengobatan. Pengobatan ditangung oleh BPJS Kesehatan. Dari diagnosa dokter RSUD Lahat bahwa Perly mengidap penyakit TBC plus Pistula Ani.

Lalu tanggal 16 September langsung dirujuk ke zaal bedah untuk dilakukan operasi. “Kemudian setelah itu dirawat saat bedah selama 4 hari oleh dr. Rajab, SpB. Sebagai dpjp nya. Tanggal  20 pasien atas nama Perly diperbolehkan pulang,” ujar Direktur RSUD Lahat Dr. Hj. Erlinda, M. kes melalui Humas RSUD Lahat Ferry Agustiansyah  SH, Jumat (27/9).

Walau diperbolehkan pulang namun Perly tetap menjalani perawatan dan pengobatan di rumah selama enam bulan. ” Walau kondisinya sudah tidak lemah lagi dan mulaimemmbaik. Namun tetap terapi minum obat selama 6 bulan berturut- turut untuk pengobatan TBC nya,” beber Ferry.

Kasus Perly sendiri sempat menjadi perhatian serius Pemkab Lahat lantaran kondisinya yang sangat lemah dan hanya terbaring. Kini Perly mampu menggerakan kakinya serta makan.

Terpisah, penyakit Tuberkulosis (TBC) memamg menjadi  salah satu fokus perhatian Pemkab Lahat dan TP PKK Lahat. Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat, mencatat ada 314 orang pederita penyakit TBC tersebur saat ini. Jumlah tersebut tidak menutup kemungkinan akan bertambah. Masyarakat diminta menerapkan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat ( PHBS ), mengingat penyakit tersebut mematikan dan menyerang semua kalangan usia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat, dr Rasydidi Amri MT MKM melalui Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P), Agustia Ningsih SKM MM mengatakan, di Kabupaten Lahat sendiri, tahun 2019 pada triwulan satu, periode Januari Maret sebanyak 180 orang terserang TBC. Kemudian triwulan kedua periode April Juni sebanyak 134 orang.

” Itu berdasarkan data dari laporan seluruh Puskesmas, Rumah Sakit, dokter praktek mandiri dan swasta di seluruh Kabupaten Lahat. Sedangkan tahun 2018 penedita TBC mencapai 771 orang,” ujarnya didampingi Kasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, Ade Fitriansyah.

Mengingat penyakit menular yang bukan hanya menyerang paru paru namun juga kelenjar kulit ini mematikan. Apabila ada masyarakat yang merasakan gejala umum seperti, batuk tidak kunjung sembuh dalam kurun waktu sekitar dua bulan dengan jenis batuk berdahak, nafsu makan menurun, berat badan menurun, disertai demam, nyeri dada, dan berkeringat saat malam hari agar dapat mendatangi tempat pelayanan kesehatan terdekat.

” Itu merupakan beberapa gejala yang biasa terjadi. Penyakit ini menyebabkan kematian, setelah sudah tau terkena langsung dikasih obat OAT kategori satu (  selama enam bulan ),” sarannya.

Kemudian, meskipun TBC merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosis, melalu bakteri penyebaran dari udara, percikan ludah, makanan, peralatan makan yang sama ini, masyarakat tidak perlu khawatir apabila dilingkungan sekitar didapati penderita.

” Apabila ada penderita dilingkungan sekitar, yang perlu dilakukan yakni menggunakan masker penderita maupun bukan apabila sedang berdekatan, kemudian tidak menggunakan peralatan pribadi secara bersamaan,” ungkapnya serayan mengatakan, masyarakat harusny menerapkan perliku hidup bersih dan sehat menjaga kerbersihan lingkungan,  mencuci tangan pakai sabun.

Ketika disinggung, peran Dinas Kesehatan dalam upaya mengatasi penyakit tersebut, Agustia menjelaskan, bahwa pihaknya hanya menggerakan promosi dan pencegahan. Seperti menggalakan penyuluhan penerapan PHBS, penerapan meningkatkan asupan gizi.

” Dinkes sifatnya menggerakan promosi dan pencegahan, itu prinsifnya. Selaku petugas kesehatan kita menggalakan sosialisasi penyuluhan prilaku hidup sehat dan peningkatan gizi, kalau gizi kita bagus imunitas bagus, pastinya akan menghalangi kuman masuk ke kita,” tutupnya.(gti)

 

Komentar

Berita Lainnya