oleh

Terbatas Anggaran, Mampu Tanggung 25 Persen Biaya

PRABUMULIH – Sebanyak 146 siswa mengikuti seleksi PEM AKAMIGAS, 30 orang diantaranya dinyatakan lulus.
Tahun ini, karena keterbatasan anggaran di tengah pandemik Covid-19. Pemerintah kota (Pemkot), tidak mampu menanggung biaya perkuliahan siswa lulus PEM AKAMIGAS seperti tahun lalu.

“Kita hanya mampu menanggung biaya sekitar 25 persen saja, 75 persennya kita kembalikan kepada siswa yang lulus. Karena, satu siswa membutuhkan biaya Rp 80 juta. Jelas cukup membebani kita, di tengah kondisi pandemik Covid-19,” ujar Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM kepada sejumlah awak media, Senin (10/8/2020).

Sejumlah siswa yang lulus, akunya telah dipanggil dan diberitahukan masalah kondisi ini. “Kalau siap menanggung biaya 75 persen tersebut, kita persilakan untuk kuliah di PEM AKAMIGAS. Dengan biaya sendiri dan Pemkot hanya membantu 25 persen,” terangnya.

Nah, untuk pemberian beasiswa, kata Ridho, ada sejumlah kriteria yang harus dipenuhi. “Kalau hanya lulus saja, dan menerima beasiswa tidak seperti itu,” bebernya.

Pengumuman lulus tahun ini, sebutnya agak mengejutkan. Pasalnya, sedikit berbeda dengan tahun lalu.

“Sebelum kelulusan, biasanya PEM AKAMIGAS memberikan surat kepada Pemkot. Sehingga, bisa dicairkan solusinya. Pemkot berapa menanggung, dan swasta berapa menanggung. Tahun ini, tidak demikian. Kalau harus semuanya ditanggung Pemkot, jelas tidak mungkin. Karena, anggaran ditengah Covid-19 terbatas,” terang ayah tiga anak ini.

Masih kata dia, pihak swasta. Lanjutnya, hanya mampu menanggung 2-3 orang saja. “Sementara itu, siswanya jelas menjadi tanggung jawabnya (Pemkot, red). Dengan biaya Rp 80 juta perorang, jelas membutuhkan biaya tidak sedikit Pemkot harus menanggungnya,” pungkasnya. (03)

Komentar

Berita Lainnya