oleh

Terdakwa Bobol ATM ini Dituntut 1,5 Tahun

PALEMBANG – Dengan modus ganjal mesin Automatic Teller Machine (ATM) milik bank BRI menggunakan lidi guna menguras uang senilai Rp60 juta di rekening milik korban, terdakwa Anton terancam pidana penjara selama 1,5 tahun.

Hal itu diketahui dalam sidang yang digelar pada Rabu (23/12) dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumsel Misrianti SH di hadapan majelis hakim diketuai Erma Suharti SH MH dan terdakwa Anton secara virtual.

Dalam tuntutan, JPU menyebutkan bahwa terdakwa telah sah terbukti melakukan tindak pidana melanggar pasal 30 ayat (1) Jo Pasal 46 ayat (1) UU RI No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Menuntut agar majelis hakim mengadili terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan, serta pidana denda sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan,” kata Misrianti.

Setelah mendengarkan pembacaan tuntutan JPU, terdakwa yang tanpa didampingi penasihat hukum ini mengajukan pembelaan (pledoi) secara tertulis dan akan dibacakan pada sidang yang akan digelar pada Senin 4 Januari 2021 mendatang.

Di dalam dakwaan JPU disebutkan perbuatan terdakwa dilakukan pada Desember 2019 dengan sengaja menyelipkan lidi di sebuah ATM BRI di kawasan SPBU Demang Lebar Daun (dekat KFC), Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang serta mengubah nomor call centre dengan yang palsu.

Saat itu, korban bernama Khairunnisa hendak mengambil uang di ATM tersebut, namun saat memasukkan kartu ATM tersangkut, karena korban panik lalu terdakwa pun berpura-pura ingin menolong korban.

Kemudian, karena ATM tertelan terdakwa pun menyarankan agar korban menghubungi nomor call centre, namun korban tidak mau lalu mengikuti saran terdakwa untuk melaor ke kantor bank yang bersangkutan.

Saat korban melapor itulah, terdakwa dengan leluasa menarik uang tabungan milik korban dengan cara mencabut lidi yang terpasang serta memasukkan kembali kartu dan nomor PIN korban yang diketahui saat ATM tersebut tersangkut.

Akibat perbuatan terdakwa Anton, korban Khairunnisa SP mengalami kerugian uang sebesar Rp60 juta dan korban Khairunnisa melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Sumsel. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya