oleh

Terdakwa Imam Syafei Akui Ingin Mencuri

 

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Terdakwa Imam Syafei dihadirkan secara virtual, dihadapan majelis hakim diketuai Mangapul Manalu SH MH oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Herry Fadlullah SH, Rabu (24/3). Kali ini agendanya pembacaan dakwaan sekaligus mendengarkan keterangan saksi.

Menurut saksi Deby Nathalia, pemilik rumah yang menjadi target kejahatan terdakwa Imam, kejadiannya Desember 2020 lalu terdakwa Imam mencoba masuk rumahnya. “Kejadian terjadi sekira pukul 12.30 Wib, terdakwa masuk dalam pekarangan rumah saya. Saat itu saya sendirian dirumah, tiba-tiba ada suara pintu (rumah, red) saya seperti didobrak,” ujar saksi korban Deby pada majelis hakim.

Deby menjelaskan, dirinya melihat terdakwa ada di depan pintu rumahnya. Terdakwa mencoba mendobrak pintu rumah sebanyak dua kali.

“Saya langsung telepon suami saya. Suami saya yang langsung pulang dan mendapati terdakwa masih di dalam pekarangan rumah saya, dan langsung menangkapnya. Setelah sempat saya introgasi, terdakwa mengakui berniat akan mencuri,” jelasnya.

Akibat perbuatan terdakwa Imam, Deby mengalami kerugian, pintu rumah rusak dan kaca jendel bergeser. Nilai kerugian berkisar Rp 2.000.000,-. Terdakwa pun tidak membantah keterangan saksi.

Terdakwa Imam menceritakan, dirinya berniat untuk melakukan pencurian di rumah korbannya yang berlokasi di Jl Cek Bakar No. 3/23331 Rt. 040 Rw. 014 Kelurahan 30 Ilir Kecamatan Ilir Barat II Palembang.

“Saya lihat halaman rumah sepi, dan saya panjat pagar rumah korban. Dan berniat masuk rumah, tapi tidak berhasil keburu di tangkap,” ujar terdakwa.

Imam juga mengakui dirinya pernah ditahan pada 2018 dengan perkara pencurian. Dihukum 21 hari karena mencuri televisi dan pagar besi. Saat itu dia masih dibawah umur.

Berdasarkan dakwaan JPU, terdakwa Imam Syafei dikenakan Pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP jo Pasal 35 ayat (1) KUHP. Persidangan akan dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda pembacaan tuntutan dari JPU. (Fdl)

 

Komentar

Berita Lainnya