oleh

Terdakwa Korupsi Uji Tera Dijerat Pasal Berlapis

SUMEKS.CO, PALMBANG – Nurmalah SH MH, penasihat hukum terdakwa Tommy Ardiansyah (39) oknum ASN Disperindag Kota Palembang, keberatan terhadap dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banyuasin. Tommy terjerat kasus dugaan korupsi peyalahgunaan kewenangan dalam pelaksanaan kegiatan tera di Kabulten Banyuasin.

Hal itu akan disampaikan Nurmalah usai mendengarkan pembacaan dakwaan JPU dalam sidang dihadapan majelis hakim PN Palembang diketuai Erma Suharti SH MH, Senin (13/4).

“Dipersidangan tadi penuntut umum telah membacakan dakwaan terhadap empat terdakwa salah satunya adalah klien kita, kita mengajukan keberatan atas dakwaan penuntut umum,” kata Nurmalah, yang juga ketua DPC Peradi Kota Palembang ini.

Nurmalah mengungkapkan ada poin-poin dakwaan penuntut umum yang menurutnya salah dalam penerapan kepada terdakwa. “Termasuk juga mengenai audit kerugian negara yang dilakukan, bukan oleh lembaga audit BPK, namun nanti akan kita sampaikan pada persidangan yang digelar pada Selasa (20/4) pekan depan,” katanya.

Nurmalah berharap persidangan selanjutnya dapat digelar secara tatap muka langsung dengan terdakwa, agar dapat menggali fakta lebih leluasa dibandinglan secara virtual.

JPU menjerat empat oknum ASN yang terlibat kasus ini, tiga diantaranya yakni Tommy Ardiansyah SKom MM (39), Afghanis ST MSi (54), Emen Hardianto SE,  Hari Irawansyah ST (44) pasal berlapis. Melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dan lebih subsider melanggar pasal Pasal 12 huruf e atau Pasal 11 UU RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(Fdl)

Komentar

Berita Lainnya