oleh

Terdakwa Obby Dituntut Hukuman 8 Tahun Penjara!

PALEMBANG – Terdakwa Obby Frisman Artakatu (25) dituntut 8 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada persidangan digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Palembang, Senin (10/2/2020).

Menurut JPU, terdakwa Obby terbukti telah melakukan tindak kekerasan hingga mengakibatkan meninggalnya Delwyn Berli Juliandro (14), SMA Taruna Indonesia di Kota Palembang. Terdakwa Obby juga dituntut hukuman denda satu miliar rupiah subsider enam bulan kurungan.

Dalam persidangan majelis, dipimpin hakim Abu Hanifah SH, Jaksa Penuntut Umum, Indah Kumala Dewi SH dan Erwin SH menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam dakwaan primer, pasal 80 ayat (3) Jo Pasal 76 (c) UU RI No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

“Bahwa terdakwa bersalah melakukan tindak pidana kekerasan dalam hal anak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan menuntut agar terdakwa dipidana penjara selama 8 tahun,” cetus JPU Erwin saat membacakan tuntutannya.

Setelah surat tuntutan JPU dibacakan, terdakwa Obby didampingi kuasa hukumnya Ari Susanto SH, dari Kantor Hukum Samudra menyatakan akan mengajukan pledoi (pembelaan) secara tertulis.

“Majelis, kami minta waktu untuk mempersiapkan pledoi secara tertulis yang akan kami sampaikan pada hari Kamis (13/2) nanti,” ujar Ari Susanto SH.

Saat diwawancarai SUMEKS.CO USAI sidang, kuasa hukum terdakwa mengungkapkan rasa keberatannya atas tuntutan yang dibacakan JPU.

Sebab, lanjut Ari Susanto, tuntutan JPU tidak sesuai dengan fakta-fakta yang terungkap dipersidangan selama ini.

“Tuntutan JPU terlalu berat, karena klien kami tidak melakukan tindak pidana kekerasan terhadap korban, dan jelas faktanya dipersidangan,” ujarnya.

Atas tuntutan JPU ini, ibu terdakwa, Romdania yang juga hadir mengaku terpukul. Menurutnya, anaknya tidak bersalah dan apa yang dituntutkan tidak sesuai dengan apa yang disangkakan di dalam surat dakwaan JPU.

“Saya hanya berharap, anak saya dapat dibebaskan dalam tuntutan hukum, karena pengakuan anak saya tidak melakukan tindak kekerasan terhadap korban,” pintanya. (nan)

Komentar

Berita Lainnya