oleh

Terdakwa Overmacht Divonis Rendah, Jaksa Ajukan Banding

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Terdakwa Yulius Saputra yang tersandung kasus pembunuhan akhirnya bisa bernapas lega. Pasalnya, majelis hakim PN Palembang memvonisnya dengan pidana penjara hanya 6 tahun 10 bulan.

Vonis tersebut jauh lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Palembang Romi Pasolini SH MH yang menuntut agar terdakwa dapat dipenjara selama 14 tahun karena terbukti melakukan pembunuhan secara sengaja melanggar Pasal 338 KUHP.

Adapun pertimbangan majelis hakim PN Palembang diketuai Paul Marpaung SH MH dalam vonis yang dibacakan Selasa (20/4) bahwa terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana penganiayaan hingga menyebabkan korban bernama Arief Setiawan meninggal dunia. Melanggar Pasal 351 ayat (3) KUHP.

Hal yang memberatkan menurut majelis hakim bahwa perbuatan terdakwa mengakibatkan nyawa korban melayang.

“Hal yang meringankan bahwa terdakwa berlaku sopan selama persidanga, dan mengakui perbuatannya serta menyesal dan tidak lagi mengulangi,” kata hakim.

Usai mendengarkan vonis yang dijatuhkan, melalui layar virtual JPU menyatakan banding terhadap putusan tersebut, hal senada juga diungkap Ahmad Rizal SH penasihat hukum terdakwa.

Dikonfirmasi, Ahmad Rizal membenarkan akan melakukan upaya banding apabila penuntut umum menyatakan banding, sebab berdasarkan fakta persidangan terdakwa melakukan perbuatan itu karena terdesak dan sebelumnya tidak ada niat untuk menghilangkan nyawa korban (overmacht)

“Jelas dalam pledoi sebelumnya telah kami beberkan kepada majelis hakim bahwa saat itu korban mendatangi rumah terdakwa bahkan sempat melempar kaca kamar tidur terdakwa menggunakan batu, tidak diketahui permasalahan apa,” ungkap Rizal ditemui di ruang Posbankum PN Palembang, Rabu (21/4).

Karena terdesak dan hendak membela diri, lanjut Rizal terdakwa pun spontan mengambil senjata tajam jenis pisau dan menyabetkan pisau ke arah paha korban hingga terjatuh karena sebelumnya korban menendang terdakwa terlebih dahulu.

“Kami melihat jaksa dulu apakah benar akan mengajukan banding, dan kami juga akan melakukan hal serupa karena berdasarkan fakta itu harusnya terdakwa dibebaskan karena bertujuan membela diri,” tandas Rizal. (Fdl)

Komentar

Berita Lainnya