oleh

Terdakwa Proyek Asian Games Keberatan dengan Dakwaan

PALEMBANG – Merasa keberatan dengan dakwaan JPU Kejari Palembang, Febry Alfian Alias Ayong (51), terdakwa yang disinyalir melakukan tindak pidana penipuan proyek pengadaan batu belah pembuatan embung pada venue Asian Games 2018 di Jakabaring Palembang mengajukan Eksepsi.

Sanggahan terhadap dakwaan itu disampaikan langsung melalui Abunawar Basyeban SH selaku kuasa hukum terdakwa saat gelar sidang perdana, Senin (15/9) pukul 17.30 Wib di hadapan majelis hakim PN Palembang diketuai Bongbongan Silaban dengan agenda pembacaan dakwaan oleh JPU Ursulla Dewi SH MH.

Dalam dakwaan disebutkan bahwa terdakwa Ayong, komisaris PT Surya Prima Abadi bergerak dalam bidang supplier proyek lanjutan perluasan embung salah satu venue Asian Games di Jakabaring tahun anggaran 2017.

“Saat itu proyek tersebut membutuhkan pengadaan batu belah (split) yang kemudian ditawarkan terdakwa kepada korban Bong Elvan Hamzah atau pihak PT Metro Ragam Usaha senilai Rp3,4 miliar,” sebut Ursulla dalam sidang virtual.

Selain kepada PT. Metro Ragam Usaha, terdakwa juga menawarkan kepada PT Mitra Baratama Persada senilai kurang lebih Rp4,6 miliar, terdakwa Ayong menjanjikan paling lama 2 bulan tagihan itu akan dibayarkan sejak barang diterima.

“Namun setelah pihak PT Mitra Baratama Persada mengirimkan invoice penagihan sesuai tanggal yang dijanjikan, terdakwa terkesan menghindar dan susah untuk dihubungi. Kalaupun bisa dihubungi dengan nomor telepon yang tidak dikenal, alasannya sedang diatur dan pembayaran selalu dijanji-janjikan saja dan belum ada realisasinya,” urai Ursulla.

Dalam dakwaan disebutkan kedua perusahaan itu mengalami kerugian dengan total lebih kurang Rp8 milar dan didakwa melanggar pasal 379 a KUHP atau pasal 378 KUHP dengan ancaman pidana 4 tahun penjara dan denda paling banyak Rp10 miliar.

Setelah mendengarkan dakwaan JPU, terdakwa melalui kuasa hukumnya, Abunawar Basyeban dan Benny Wahyudi mengajukan keberatan atas dakwaan itu (eksepsi) yang akan diajukan pada sidang yang digelar pada Senin 28 September 2020 mendatang.

“Ini sebenarnya permasalahan murni bisnis to bisnis antara terdakwa selaku klien kami dengan pihak pelapor, sebenarnya klien kami bukan tidak sanggup bayar sebagaimana yang dituduhkan pelapor, sudah ada upaya dengan menawarkan beberapa aset yang dimiliki tersangka yang nilainya melebihi dari yang disangkakan itu,” tukas Abunawar.  kuasa hukum terdakwa ditemui usai sidang. (fdl)

Komentar

Berita Lainnya