oleh

Terdapat Luka Benturan Pada Tubuh Korban Siswa Taruna Nusantara

-Hukum-331 views

Pelajar SMA Taruna Indonesia, Delwyn Berli Juliandro, DBJ  (14) meninggal tak wajar. Kasusnya masih menyisakan banyak kejanggalan.

Delwyn Berli Juliandro (14)
Salah seorang saksi yang diperiksa polisi dalam kasus ini terlihat diborgol. Foto: JPG.

Penyidik Polresta Palembang memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan barang bukti.  Siswa SMA Taruna Indonesia di Palembang ini  tewas ketika mengikuti kegiatan MOS (Masa Orientasi Siswa).

Pihak sekolah mengatakan bahwa korban sempat kejang setelah lari 4 Km.

“Sempat lari sekitar 4 Km,  terlihat kejang dan kita bawa ke rumah sakit. Tapi biar pihak kepolisian yang mengusut,”  jelas Kepala Sekolah  SMA Taruna Tarmizi Endriyanto, Sabtu (13/7/2019).

Menurut Tarmizi pihaknya tidak melihat ada siswa atau siswi yang sakit saat MOS. MOS bahkan diawasi oleh pihak sekolah dan TNI.

“Total siswa yang ikut 105 orang, semua diawasi  sekolah dan TNI (Pembina). Ada juga senior kami bentuk jadi panitia, tetapi kami nggak melihat ada yang sakit,” jelas Tarmizi lagi.

Sebelumnya, korban diduga meninggal saat mengikuti MOS di sekolah yang telah dimulai pada Minggu (7/7).

Korban diketahui meninggal pada Sabtu (13/7) pukul 4.00 WIB dini hari. Keluarga pun sudah melapor ke polisi terkait peristiwa ini. Hasil forensik menyebut banyak luka memar di sekujur tubuh korban.

Keluarga terlihat sangat berduka menunggu diluar ruang jenazah RS Bhayangkara Palembang. Foto: JPG

Hasil pemeriksaan itu disampaikan tim forensik melalui dr Indra Sakti Nasution. Indra menyebut otopsi dilakukan sesuai permintaan pihak keluarga.

“Saya tidak hitung pasti jumlahnya, tapi lumayan banyak luka di tubuh si korban. Ada luka lebam di kepala, dada sama di kaki,” ujar Indra ditemui wartawan di RS Bhayangkara, Sabtu (13/7).

Korban DBJ saat akan dibawa dari RS Bhayangkara menuju rumah duka. Foto: JPG.

Selain pemeriksaan luar, tim juga turut memeriksa tubuh di bagian dalam dan hasilnya ada pendarahan. Pendarahan akibat adanya benturan keras di bagian kepala dan dada.

Dari hasil pemeriksaan sementara yang dilakukan tim dokter RS Bhayangkara Palembang, terdapat bekas kekerasan, berupa benturan di dada dan resapan darah di kepala disebabkan benturan kuat yang diduga penyebab kematian korban, Wyn.

“Tadi sudah kita lakukan pemeriksaan luar. Disana terdapat kekerasan di kepala dan kaki, sedangkan pemeriksaan dalam juga ditemukan di dada dan kepala terdapat resapan darah, artinya terjadi benturan kuat,” papar dokter forensik RS Bhayangkara Palembang, dr Indra Sakti kepada wartawan online ini.

Kendati pemeriksaan mendalam masih terus dilakukan, tim dokter menduga kematian korban sekitar enam jam yang lalu.Terpisah, penyidik Satreskrim Polresta Palembang masih melakukan pemeriksaan sejumlah saksi, dari pihak sekolah, senior maupun rekan korban satu kelas. Sedikitnya delapan saksi sudah diperiksa penyidik untuk pendalaman kasus kematian pelajar ini.

Korban yang diduga mereggang nyawa saat mengikuti masa orientasi Sekolah (MOS) yang digelar SMA Taruna Indonesia, Jalan Pendidikan Kecamatan Sukarami ini, akhirnya dilaporkan Ibu korban, Berce (41) warga Tulung Selapan Ilir RT 16 RW 08 Kelurahan Tulung Selapan Ilir, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI, ke SPKT Polresta Palembang. (tim/jpg)

Komentar

Berita Lainnya