oleh

Terdata 81 Orang Meninggal Akibat Gempa Sulawesi Barat

JAKARTA – Sampai dengan Senin (18/1) pukul 02.28 Wita, sudah 81 korban meninggal dunia dicatat akibat gempa Sulawesi Barat. Rinciannya, 70 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 11 korban lainnya di Kabupaten Majene.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggunglangan Bencana (BNPB), Raditya Jati melalui keterangannya, Senin (18/1/2021) pagi. Sementara, sampai dengan Minggu (17/1) malam, dicatat sebanyak 1.150 rumah rusak dan 15 sekolah terdampak.

“Dan masih terus dalam proses pendataan,” ujarnya. Sampai saat ini, BPBD Kabupaten Majene, Mamuju dan Polewali Mandar masih terus melakukan pendataan dan pendirian tempat pengungsian.

“Selain itu, juga masih terus dilakukan proses pencarian dan evakuasi korban,” sambungnya. Untuk bantuan kepada korban, BNPB telah mendistribusikan 8 set tenda isolasi, 10 set tenda pengungsi, 2.004 paket makanan tambahan gizi.

Lalu 2.004 paket makanan siap saji, 1.002 paket lauk pauk, 700 lembar selimut, lima unit lampu menara, 200 unit velbed. Kemudian 500 paket perlengkapan bayi, 500.000 masker kain, 700 pak mie sagu dan 30 unit generator set 5 KVA.

Sedangkan bantuan awal untuk operasional kebutuhan pokok penanganan gempa, sudah disalurkan Rp4 miliar pda Sabtu (16/1) kemarin. Rinciannya, Rp2 miliar untuk Provinsi Sulawesi Barat dan masing-masing Rp1 miliar untuk Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene.

Sampai saat ini, sejumlah gempa susulan dilaporkan kembali mengguncang. Pada Sabtu (16/1) kemarin, tercatat gempa susulan mengguncang pada pukul 06.32 WIB dengan magnitudo 5,0 di Kabupaten Majene.

Atas hal itu, BNPB mengimbau masyarakat, utamanya di kawasan perbukitan dan tebin curam agar ekstra waspada adanya kemungkinan longsoran dan runtuhan batu.

Sementara masyarakat yang tinggal di pesisir agar selalu waspada dan langsung menjauhi pantai jika merasakan gempa susulan kembali mengguncang. (ruh/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya