oleh

Terdata 85 Pengusaha Sangkar Burung Walet

LAHAT – Rapat koordinasi lanjutan terkait pengusaha sangkar burung walet kembali digelar, di ruan opproom Setda Lahat, Kamis (6/8). Kali ini dihadiri oleh puluhan pengusaha sangkar burung walet.

Dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Sekda Lahat H Januarsyah Hambali SH MM tersebut, bahwa untuk pendaraan sementara ada sekitar 85 pengusaha yang tersebar di Kabupaten Lahat.

Pihak pengusaha yang diwakili Syamsurizal Nusir mengungkapkan bahwa pihaknya siap mengikuti aturan pemerintah dan membuat izin. Namun memamg perlu adanya penyederhanaan izin. Selain itu, ada kendala terkait izin UPL-UKL. “Untuk izin kita siap. Kita juga ingin memberikan kontribusi bagi pemerintah daerah dan masyarakat setempat,” ungkapnya.

Ditambahkannya bahwa untuk harga jual air walet memang tidak seperti dahulu. Sebelumnya harga memamg mencapai puluhan juta namun saat ini hanya berkisar Rp6juta-Rp7juta.

Sementara Sekda Lahat H Januarsyah Hambali SH MH didampingi Kadis Pol PP dan Damkar Lahat H Pauzan Khoiri Denin menambahkan bahwa untuk data awal ada 85 pengusaha. Untuk izin usaha, pihak pengusaha siap melaksanakannya. Namun memang terkait UPL dan UKL akan dibahas lebih lanjut. “Serta perlunya Peraturan Bupati terkait izin pengusaha sangkar burung walet juga akan dibahas lebih lanjut. Agar ada payung hukum yang jelas,” ungkapnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Lahat segera melakukan pendataan dan penertiban usaha sarang burung walet yang ada di Kabupaten Lahat. Hal ini lantaran mulai banyaknya pelaku usaha sarang burung walet, dan diharapkan dapat memberikan kontribusi ke pemerintah daerah serta masyarat sekitar.

Apalagi indikasinya banyak usaha burung walet belum terdata dan izinnya belum lengkap. Ditambah pemasukan pajak sarang burung walet bisa lebih dioptimalkan.(gti)

Komentar

Berita Lainnya