oleh

Terkait Proyek Pasar Air Itam, Kajari PALI Tetapkan Empat Tersangka

PALI – Sebanyak empat nama ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) terkait dugaan penyimpangan pembangunan proyek pasar di Desa Air Itam, Kecamatan Penukal.

Hal itu berawal, setelah terbangnya bagian atas bangunan pasar, yang bersumber dari APBN melalui Kementerian Desa Republik Indonesia tersebut 22 Oktober 2017 lalu, saat masih dalam proses pengerjaan pembangunan.

Meski sudah dua tahun lebih kejadian itu berlangsung, rupanya tidak menghentikan pihak Kejaksaan Negeri Kabupaten PALI untuk terus mengusut tuntas walaupun pihak pelaksana saat itu telah berupaya memperbaikinya.

Dan pada perkembangan terakhir, Kejaksaan Negeri PALI akui pihaknya telah menetapkan empat orang tersangka, karena setelah beberapa kali dilakukan penyelidikan serta pemeriksaan, ditemukan kerugian negara sekitar Rp1 miliar.

“Ada tiga tersangka dari kalangan swasta, berinisial D, T dan Y. Satu tersangka lain berinisial A dari Kementerian desa. Dua tersangka sudah kami periksa, dan dua tersangka lain menyusul,” ungkap Marcos M Simaremare, Kepala Kejari PALI.

Dikatakanya, dasar penetapan tersangka terhadap empat orang tersebut karena diakui Kajari bahwa pihaknya menemukan rendahnya kualitas pekerjaan sehingga atap bangunan pasar terbang ketika diterpa angin.

“Ada ketidaksesuaian antara perencanaan dan hasil pekerjaan, mengakibatkan kualitas bangunan rendah. Tersangka belum ditahan karena masih proses pemeriksaan. Pengembalian kerugian negara serta penahanan tersangka menunggu selesai proses pemeriksaan. Namun yang pasti, kita akan tuntaskan kasus ini,” pungkasnya. (ebi)

Komentar

Berita Lainnya