oleh

Terkena Virus, Guru Ngaji di Banyuasin Ini Butuh Bantuan Dermawan

BANYUASIN – Tri, guru mengaji bagi anak-anak sekitar rumahnya. Harus menahan perih, akibat penyakit yang disebabkan virus yang menyerangnya sejak dua bulan lalu.

Wanita 35 tahun yang tinggal di kampung. Berdekatan dengan kantor Kecamatan Talang Kelapa, kelurahan Sukajadi.

Kini harus terbujur di kamar tanpa busana, menahan sakit akibat bentolan-bentolan yang pecah mengelupaskan kulitnya.

Mulanya, penyakit itu muncul dua bulan lalu di bagian bibirnya.

Lalu ia bersama Heru suaminya yang bekerja sebagai penjual gorengan.

Memeriksakan bentulan yang berisi cairan itu. Ke rumah sakit gigi dan mulut di kota Palembang.

Setelah diperiksa pihak rumah sakit mengatakan. Bahwa itu hanya sakit sariawan.

Usai berobat itu, sariwannya tak kunjung sembuh. Bahkan bertambah ke wilayah bagian muka lainnya.

Dengan rasa perih kulit mengelupas mengeluarkan cairan.

Akhirnya, dirinya dengan suaminya memutuskan untuk ke RSMH Palembang. Setelah diperiksa kembali oleh dokter.

Ternyata, Tri terpapar semacam virus berbahaya yang mulai mengerogoti kulit ibu tiga anak itu.

Heru Saparudin sangat terkejut atas penyakit yang diderita istrinya. Ia harus mengantar setiap dua minggu sekali istrinya. Untuk cek kontrol kesehatan di rumah sakit itu.

Namun, penyakit kulit itu menyerang dengan cepat ke seluruh tubuh Tri.

Kondisi yang parah dengan kulit mengelupas. Harus membuat suaminya mengambil kesimpulan, untuk tetap merawat istrinya di rumah.

“Beginilah keadaannya,”
“Saya rawat di rumah,” kata Heru, pria 41 tahun itu, ketika dibincangi sumeks.co di rumahnya di wilayah Kabupaten Banyuasin, Selasa (11/8).

Karena kondisinya sudah parah, Heru harus memutuskan untuk fokus merawat istrinya. Dan pekerjaannya sebagai penjual gorengan harus direlakan untuk stop berdagang.

“Saya bertahan,”
“Untuk makan,”
“Tetangga bantu kami,”
“Alhamdulilah pihak Puskesmas Sukajadi,”
“Rawat istri saya”, ucap Heru.

Pihak pemerintah kecamatan, kelurahan dan bahkan Bupati Kabupaten Banyuasin telah menawarkan. Untuk merawat dan mengobati Tri di RS Daerah Banyuasin.

Tapi, Heru memilih untuk dirawat pihak puskesmas di rumah.

“Saya punya BPJS,”
“Tapi saya pilih dirawat di rumah saja,”
“Dan diperbolehkan pihak Puskes,” ucapnya.

Perawat Puskesmas Sukajadi yang merawat serta mengobati Tri.

Mengungkapkan kondisi Tri saat pertama dirawat sudah sangat memperihatinkan. Itu saat kami baru mulai tangani pengobatannya.

Dan pihaknya baru mengupayakan pengobatan. Dan pengecekan kesehatan sejak dua hari ini secara rutin.

“Alhamdulillah semangatnya mulai ada,” kata Neli Izma, perawat kesehatan masyarakat, Puskesmas Sukajadi Kabupaten Banyuasin.

Bagaimana dengan penyakitnya, apakah menular?

Menurut dokter dari pihak kami. Ibu itu menderita penyakit yang jika tidak hati-hati bisa menular.

“Dan saya hanya merawat,”
“Lebih detailnya dokter yang tau,” ungkap nya.

Neli juga mengatakan bahwa untuk mengantisipasi penularan, pakaian atau sepray, kain dan lainnya.

Yang telah digunakan pasien itu harus dibersihkan secara terpisah. Agar aman dan tidak menularkan.

Sedangkan, untuk adanya sagu yang dilumuri di bagian tubuh yang mengelupas itu.

Yang sebelumnya dilakukan pihak keluarga, untuk menghilangkan rasa sakit yang dirasakan Tri.

Itu tidak diperbolehkan karena cukup dengan obat saleb yang telah diberikan dokter untuk hilangkan rasa sakitnya.

“Sudah kami larang itu.”
“Kita tidak tau sagu itu steril atau tidak,” ucapnya

Sementara itu, Tri yang dikenal warga sosok guru ngaji yang baik. Telah tidak bisa mengajar lagi di rumahnya selama dua bulan ini.

Kondisinya yang seperti itu, membuat warga sekitar. Dan bahkan murid mengajinya ikut sedih.

Tetangga sekitar, bahu membahu membantu kehidupan keluarga Tri.

“Sakit perih,”
“Ngilu,” ucap Tri dari dalam kamar dengan posisi terpelungkup tanpa busana dengan luka-luka mengelupas di sekujur tubuhnya. (bun)

Komentar

Berita Lainnya