oleh

Terkuak di Sidang Korupsi Masjid Sriwijaya, Ditemukan Catatan Terkait Aliran Dana

SUMEKS.CO, PALEMBANG – Persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan tiga saksi dalam kasus dugaan korupsi dana hibah Masjid Sriwijaya untuk dua terdakwa Mukti Sulaiman dan Ahmad Nasuhi masih terus bergulir.

Dari fakta yang terkuak di persidangan seperti yang diungkapkan saksi-saksi pada Kamis (14/10), di antaranya saksi Syarifuddin kembali menjelaskan terkait pengajuan penawaran anggaran pembangunan Masjid Sriwijaya oleh pihak PT Brantas Abipraya.

“Kala itu, Pak Yudi Arminto mengajukan penawaran PT Brantas Abipraya, dan akhir Juli 2015 penetapan lelang nilai kontrak seluruhnya adalah Rp668 miliar, lalu pada 5 Agustus 2015 kontrak ditandatangani,” ungkap Syarifudin kala dicecar pertanyaan oleh JPU Kejati Sumsel Roy Riady SH MH.

Namun, lanjut Syarifudin nyatanya dana hibah yang dapat dicairkan pada tahun 2015 itu hanya Rp50 miliar saja dari kesepakatan awal sebesar sepeluh persen dari nilai keseluruhan kontrak tersebut.

“Dan itu sudah disampaikan semua ke Pak Marwah M Diah, aturlah Rp50 miliar itu biar kebagian semua,” ungkapnya.

Lalu, saat JPU menanyakan terkait ditemukannya catatan atau dokumen saat dilakukan penggeledahan dirumah saksi Syarifuddin, ada terulis aliran dana untuk Sumsel 1, dengan tulisan Rp2,5 miliar dan Rp2,43 miliar, dan ada juga tercatat nama saksi Syarifuddin di catatan tersebut.

Komentar

Berita Lainnya