oleh

Ternyata Titipan Rizka Fitria ke Aipda Roni untuk Sepupunya di Tahanan, hanya Obat dan Sabun

MEDAN— Terungkap fakta baru tentang perselisihan Aipda Roni Syahputra dengan Rizka Fitria soal titipan ke tahanan di Polres Belawan. Ternyata titipan itu berasal dari bibi Rizka Fitria.

Meski hanya berupa titipan alat mandi berupa sabun mandi dan odol, serta obat-obatan, ternyata titipan itu tak kunjung disampaikan Aipda Roni ke tahanan dimaksud di sel tahanan Polres Belawan.

Akibat kesalahpahaman ini, nyawa Rizka Fitria (21) dan Aprilia Cinta (16) pun melayang di tangan Aipda Roni Syaputra, polisi yang bertugas di Polres Belawan.

Padahal Rizka ini juga dikenal pelaku karena selama ini Rizka merupakan honorer atau pekerja harian lepas (PHL) di Polres Belawan.

Cahaya, Bibi Rizka, yang juga tetangga Rizka di Lorong V Kelurahan Bagan Deli, Medan Belawan, menceritakan bahwa dia pernah meminta tolong kepada Rizka yang juga masih ponakannya itu memberikan sesuatu ke anaknya yang sedang ditahan di sana.

Cahaya menitipkan barang berupa sabun, odol, dan obat-obatan kepada anaknya yang sedang ditahan itu. Titipan itu diberikan pada Kamis 4 Februari 2021, dimana tahanan tersebut juga adalah sepupu dari Rizka sendiri.

“Besok awak antar ya, diantarlah besoknya titipan itu,” katanya kepada wartawan, Senin (1/3/2021) usai mengikuti demonstrasi warga Medan Belawan di Polres Belawan.

Ternyata, titipan tersebut rupanya tak diantarkan oleh pelaku Aipda Roni Syahputra hingga akhirnya Rizka kembali menanyakan kepada pelaku.

“Dari tanggal 4 itu sekitar tanggal 6 bapak kasih kabar lagi, titipan tadi belum sampai. Baru awak bilang sama Rizka kok titipannya belum sampai. Besok awak tanyakkan ya bulek (bibi) katanya. Ditanyakannya lah sama si pelaku itu tanggal 7 itu,” jelasnya.

Cahaya menyebutkan, dari pengakuan Rizka, bahwa pelaku baru masuk piket di tahanan Polres Belawan pada tanggal 8 Februari.

“Terus pulang kerja itu dia ngasih kabar lagi, dibilangnya Bulek dia nggak masuk, besok baru piket itu sekitar tanggal 8,” ungkapnya menirukan perkataan Rizka saat itu.

Cahaya menyebutkan bahwa sangat konyol alasan membunuh Rizka Fitria dan Aprilia Cinta hanya dikarenakan sakit hati akibat sebuah paket yang tak disampaikan ke tahanan.

“Makanya kubilang logika kitalah, dia anak perempuan, anak gadis, kek mana kali rupanya dia nanya sama seorang polisi, kalau kita bilang orang tua, sampai sakit hati,” ungkapnya.

Cahaya membantah keterangan polisi yang menyebutkan Rizka menyelonong masuk ke ruang tahanan untuk memberikan paket tersebut ke sepupunya tersebut.

“Keterangan dari polisi kan dia hari Sabtu ngantar itu (paket). Karena sudah terlalu lewat jam bezuk karena dia seorang PHL. Dia langsung masuk saja, jadi (pelaku) sakit hati. Itu keterangan dari polisi dan kubaca di media,” jelasnya.

Sementara itu, massa dari Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan unjuk rasa dan mendatangi Polres Pelabuhan Belawan, Senin (1/3/2021). Aksi tersebut dilakukan warga terkait kasus pembunuhan Rizka dan Aprilia Cinta yang dilakukan Aipda Roni Syaputra.

Puluhan massa didominasi kaumibu yang merupakan keluarga dan tetangga kedua korban.

Para pendemo terlihat membawa spanduk bertuliskan “Kami menuntut keadilan”, “Usut tuntas atas pembunuhan anak kami”, “Jangan tumpul ke atas, tajam ke bawah”.

Kemudian “jangan sementang oknum polisi, kalian berlaku tidak adil kepada kami.” Puluhan ibu-ibu ini diterima Wakapolres Belawan, Kompol Herwansyah Putra.

Dalam pertemuan itu, Wakapolres memberikan penjelasan dan imbauan agar masyarakat dapat menahan diri dan tidak terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial yang mengatakan bahwa tersangka akan dijatuhkan hukuman hanya 15 tahun penjara.

Kompol Herwansyah menjelaskan bahwa Polres Belawan akan bertindak tegas kepada siapa saja yang melanggar hukum. Tidak terkecuali kepada personel Polri yang melakukan tindak pidana pembunuhan. Karena itu, ia meminta warga agar bersabar dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan saat ini. (ral/int/pojoksatu)

Komentar

Berita Lainnya