oleh

Terobos Perlintasan KA, Pengendara Honda Vario Terpental

MUARA ENIM – Pengendara motor Honda Vario profit selamat dari maut setelah diterjang Kereta Api Batubara Rangkaian Panjang (Babaranjang) membuat motor ringsek. Tubuh Tiormina Manurung (66) dan Gina Silalahi (18) terpental. Sedangkan sepeda motor yang ditungganginya ringsek setelah terseret sepanjangan 350 meter.

Peristiwa itu terjadi di Perlintasan Kereta Api Jalan Perwira tepatnya SMAN 1 Muara Enim KM 0+6/7 Pelitasari, Kamis (25/2) pukul 11.30 WIB. Beruntung dalam insiden tersebut, warga Jalan SMB II Rt 2 Rw 5 Kelurahan Pasar II Muara Enim ini selamat hanya mengalami luka ringan dan langsung dilarikan ke RSUD dr HM Rabain Muara Enim untuk menjalani perawatan.

Informasi dihimpun dilapangan bermula korban mengendarai sepada motor berboncengan dengan anaknya hendak melintasi Rel KA di Jalan Perwira menuju arah SMA 1 Muara Enim. Sebelum kejadian dua orang petugas pos perlintasan kereta api yakni Mariansyah (24) dan Ario Wiki Permana (23), telah memperingati korban agar jangan melintasi Rel KA karena posisi Kereta Api Batubara Rangkaian Panjang (Babaranjang) dengan Nomor Lokomotif CC 2051405/1330 membawa 60 rangkaian gerbong sarat muatan batubara tujuan Tarahan Lampung, dimasinisi oleh Mahyudi dan asisten masinis Alex melaju dari arah Tanjung Enim menuju Muara Gula jaraknya sudah dekat.

Namun peringatan petugas pos perlintasan kereta api tidak dihiraukan oleh korban Tiormina Manurung dan tetap melaju mengendarai sepeda motornya sehingga terjadi kecelakaan. Saat terjadi tabrakan korban langsung terpental dari atas sepeda motor yang dikendarainya dan mengalami luka robek bagian kepala, memar pelipis mata dan luka lecet dibagian perut. Sedangkan anak korban selamat tidak mengalami luka-luka.

Warga dan pengguna jalan yang melihat kejadian tersebut langsung memberikan pertolongan dan membawa korban ke RSUD dr HM rabain Muara Enim untuk mendapatkan perawatan medis.

Sementara itu, Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. “Betul ada kejadian motor menemper kereta api di km 0 + 6/7 di perlintasan SMA 1 Pelita Sari,” ujarnya.

Terkait kejadian tersebut, kata dia, PTKAI sebagai operator terus melakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat untuk waspada dan tidak menerobos setiap melewati perlintasan kereta api yang dijaga ataupun tidak dijaga, karena untuk keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat itu sendiri.

Selain itu PTKAI terus koordinasi terkait perlintasan sebidang dan pintu perlintasan dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan selaku regulator dan pihak terkait lainnya. “Agar kecelakaan yang tidak dinginkan tidak terulang,” imbuhnya.(nop/ozi)

Komentar

Berita Lainnya