oleh

Terobosan PT Muba Electric Power: Terapkan Listrik Pintar, Migrasikan 48 Ribu Pelanggan

Sekayu – Terobosan dilakukan PT Muba Electric Power, BUMD pengelola kelistrikan di Bumi Serasam Sekate. Dimana mereka akan melakukan perubahan pola dari pelanggan pasca bayar menjadi prabayar melalui program listrik pintar.

Sebanyak 48 ribu pelanggan PT MEP yang tersebar di 12 Kecamatan akan dilakukan proses migrasi yang mana sudah di ujicoba lakukan kepada 1.013 pelanggan di Desa Nusa Serasan, Kecamatan Sungai Lilin.

“Targetnya proses migrasinya 1 bulan, jadi sejak 1 september kita sudah tidak ada lagi petugas penagihan. Para pelanggan sudah membeli via BRI Link,” ujar Dirut PT MEP Augie Bunyamin kepada wartawan.

Untuk sistem prabayar ini kata Augie, nantinya akan ada sistem pembayaran melalui aplikasi mobile yang dikelola PT Miota, bekerjasama pembayarannya melalui BRI. Selain itu juga nantinya bisa melakukan pembayaran melalui Agen BRI Link di tiap desa, “prioritas kita sebetulnya Bumdes, kita berikan keleluasaan bagi Bumdes untuk mengelola ini,” tandasnya.

Terkait harga dasar listrik yang dijual nanti, Augie menuturkan memang ada kenaikan dibanding pasca bayar sebelumnya. “Kenaikannya Rp100 perKwh, jadi harga jualnya nanti Rp2.160 perKwh. Kenaikan perpelanggan sekitar Rp8 ribu-9 ribu perbulannya,” tandasnya.

Dia mengakui yang diinginkan pelanggan sebetulnya agar listrik tidak padam lagi dan pelayanan lebih baik. Selain kemudahan cara bayar dan kepastian soal biaya yang dibayarkan pelanggan, untuk kondisi kelistrikan, pihaknya tengah melakukan perbaikan material yang dilakukan secara bertahap.

“Tanam tumbuh yang jadi persoalan selama ini juga sudah disiapkan solusi, kita nanti bekerjasama dengan pihak desa. Tanam tumbuhnya akan disterilkan dari jalur listrik, sehingga gak ada alasan lagi soal padam karena ini,” tandasnya.

Bupati Muba Dodi Reza Alex yang melakukan peninjauan ke PT Miota di Wisma Atlit Sekayu, Rabu (9/9) menjelaskan apa yang dilakukan merupakan penerapan teknologi listrik pintarguna perbaikan pelayanan kepada pelanggan. Disamping itu juga menekan penyimpangan di lapangan.

“Teknologi ini juga bisa mengurangi tunggakan tagihan pelanggan yang selama ini jadi persoalan,” tandas Dodi. (Kur)

 

Komentar

Berita Lainnya