oleh

Terowongan Bawah Tanah Istiqlal – Katedral

SUMEKS.CO-Terowongan bawah tanah dari Masjid Istiqlal menuju Gereja Katedral , Jakarta Pusat, akan segera dibangun. Presiden Joko Widodo sudah menyetujuinya. Tujuan terowongan bawah tanah untuk mempermudah silaturahim antarumat beragama.

“Ini menjadi sebuah terowongan silaturahmi. Jadi tidak kelihatan berseberangan, tapi ada silaturahmi. Memang ada usulan dibuat terowongan dari Masjid Istiqlal ke Katedral. Sudah saya setujui sekalian,” kata Jokowi saat meninjau proses renovasi Masjid Istiqlal di Jakarta.

Terkait renovasi Masjid Istiqlal yang dimulai sejak Mei 2019, Jokowi mengharapkan seluruh proses bisa selesai sebelum Ramadhan 2020. Hal ini agar Masjid terbesar di Asia Tenggara tersebut dapat dimanfaatkan umat muslim untuk shalat tarawih berjamaah. Anggaran yang disiapkan pemerintah merenovasi Masjid Istiqlal adalah Rp475 miliar. Kementerian PUPR yang ditugasi merenovasi bagian-bagian Istiqlal. Seperti desain eksterior, interior, lahan parkir, kondisi lantai, termasuk perbaikan sungai yang melintasi kawasan Istiqlal.

Selain itu, fasilitas di dalam masjid juga diperbaiki. Seperti peningkatan kualitas tata suara, cahaya, dan udara. “Anggaran itu dipakai untuk memperbaiki, memoles lantai, mengganti karpet, pencahayaan, tata suara, semuanya. Menambah basement yang di depan, parkirnya ditambah. Bukan hanya interior, eskterior semuanya dibangun,” jelas mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono optimistis proyek ini akan selesai pada Maret 2020. “Optimis, Insya Allah selesai 2020 sebelum puasa. Jadi bisa dipakai untuk ibadah,” kata Basuki.

Adapun proyek renovasi ini menelan dana sekitar Rp 465,3 miliar. Lingkup kegiatan Kementerian PUPR meliputi penataan ulang kawasan di plaza dan gerbang, area dalam masjid, mihrab, koridor, ruang wudhu, toilet, perbaikan sistem mekanikal electrical dan plumbing bangunan masjid, serta renovasi sistem signage.

Pelaksanaan renovasi Masjid Istiqlal dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya selama 300 hari kalender melalui Kontrak Tahun Jamak (2019-2020) atau sekitar 10 bulan. Kontraktor yang akan melaksanakan adalah PT Waskita Karya (Persero) dengan Manajemen Konstruksi oleh PT Virama Karya.(rh/fin)

Komentar

Berita Lainnya