oleh

Tersangka Begal Taxi Online di Palembang Tertangkap, Ini Foto-fotonya…

-Headline-363 views
SUMEKS.CO – Driver taksi online (Taksol) di Palembang hari ini, Selasa (12/11/2019)  nyaris tewas diserang penumpangnya, sekitar pukul 23.00 WIB. Korban Nova Hadinata (27), warga Jl KH Azhari, Gang Budaya, Kelurahan 2 Ulu, Kecamatan SU I ini mengalami 23 tusukan.

Satu orang pelakunya yang ternyata punya niat begal terhadap sopir taksi online Nova Hadinata itu akhirnya berhasil ditangkap polisi.

“Benar satu pelaku begal atau perampok sopir taksi online tadi malam telah kami tangkap. Pelaku inisial MS alias Yayang,” ujar Kapolrestabes Palembang, Kombes Didi Hayamansyah.

Foto-foto: Budiman/SUMEKS.CO

Jadi tinggal satu orang lagi masih DPO, lanjut Kapolrestabes, tapi identitas telah kita kantongi. Pengakuannya, tersangka nekat membegal karena terlilit utang, sehingga tersangka dan BS merencanakan aksi begal tersebut.

“Ya, murni kriminalitas, karena terlilit utang dan tersangka bersama temannya memesan secara acak taksi online,” tegas Didi. Dalam kasus ini, polisi menyita satu pisau dan handphone dan satu unit mobil korban Toyota Calya BG 1430 EG.

TERKEJUT dan panik dirasakan Erniani saat mendengar kabar putranya, Nova Hadinata (37) dilukai perampok. Begitu menerima informasi itu Senin jelang tengah malam, dia langsung berangkat ke rumah sakit Islam (RSI) Siti Khadijah Palembang untuk memastikan.

Erniani dapat kabar, “katanya anak aku jadi korban begal, jadi aku cepat-cepat ke sini,” ungkap wanita paruh baya itu.  Dia kembali datang ke rumah sakit karena putranya hendak dioperasi. Cemas tahu Nova harus dioperasi, Erniani yang sempat cerita sedikit seputar putranya tiba-tiba lemas dan tak sadarkan diri.

Diceritakan dia sebelumnya, Nova baru keluar setelah mengantar dia besuk saudaranya yang sedang dirawat di sebuah rumah sakit. “Tak lama dari itu ada kabar dirampok. Aku belum lihat kondisinyo. Lihat darah tidak kuat rasanya,” bebernya.  Dugaan Erniani, pelaku merupakan penumpang pertama korban.

Seingatnya, profesi sebagai driver gocar itu sudah dilakoni putranyasekitar dua tahun terakhir. Tak pernah terbayang kalau putranya jadi incaran pelaku kejahatan. “Dia belum menikah,” kata wanita yang tinggal di Jl KH Wahid Hasyim Gg Budaya,

Kelurahan Tuan Kentang, Kecamatan Jakabaring ini. “Uang yang dia dapat sering dikasihkan ke aku untuk belanja sehari – hari,” tuturnya.

Ditambahkan Alex, adik korban, kakaknya sudah sering diperingatkan kawan-kawan seprofesinya untuk waspada kalau terima order malam hari.

Apalagi dari pemesan yang tidak ada rating (riwayat pemesanan taksi online). “Tapi dia tetap mau terima orderan tersebut. Nah, waktu hampir sampai tujuan, dua penumpangnya minta berhenti dengan alasan tidak jelas.

Lalu kepala Nova dipukul, pelaku lain menusuknya berulang kali dengan senjata tajam,” beber Alex di SPKT Polrestabes Palembang. Meski dalam kondisi berlumuran darah, korban tetap berikan perlawanan hingga gagang pisau terlepas.

“Kakak saya mencoba untuk menangkis serangan-serangan pelaku,” ungkapnya. Dengan sisa tenaga, Nova buka pintu mobil dan keluar sehingga warga melihatnya terluka. “Dua pelaku itu langsung kabur, tidak sempat ambil apa-apa. Dompet, handphone dan mobil kakak saya masih utuh,” tambahnya.

Menurut David, sepupu korban, dia mendapat kabar dari temannya sesama driver taksol kalau Nova menjadi korban perampokan.

Karena terluka, jadi dibawa ke RSI Siti Khadijah. “Sepupu aku itu luka di leher, punggung dan juga ada luka memar di bagian wajahnya,” kata dia.

Akibat luka itu, Nova harus jalani operasi. “Tadi selesai dioperasi dan sudah dipindahkan ke ruangan perawatan untuk pemulihan,” pungkasnya. Bili (22), ketua Komunitas Akor sekaligus rekan korban mengatakan, pelaku begal ada dua orang, usia sekitar 20-25 tahun.

Salah satu kenakan jaket kulit yang duduk di kursi kiri depan samping sopir. Satunya lagi duduk di kursi tengah. Hal ini diketahui Bili dari keterangan Nova sebelum menjalani tindakan operasi di RSI Siti Khadijah Palembang. “Nova yang cerita begitu,” katanya.

Meskipun mengalami 27 luka tusuk di leher dan pundaknya, Nova masih dapat menjelaskan secara jelas detik-detik sebelum dia menjadi korban begal.

Kejadiannya di Jl Tanah Merah III Kelurahan Demang Lebar Daun. Pelaku yang di belakang tiba-tiba menusuk leher korban menggunakan senjata tajam. “Sedangkan pelaku yang disamping Nova keluar untuk mengawasi situasi sekitar,” cerita Bili.

Tak sanggup terus menerima tusukan, Nova buka pintu mobil dan menjatuhkan diri ke jalan. “Untung ada yang lihat dan langsung menolongnyfa. Telat sedikit saja, bisa bahaya itu,” tambahnya.

Melihat ada orang yang datang menolong, kedua pelaku melarikan diri. Nova dibawa ketua RT dan warga sekitar ke rumah sakit. Sedangkan mobil Calya warna abu-abu BG 1430 EG miliknya diamankan pihak berwajib. (se)

Siapapun Driver yang Terima Order akan Dieksekusi

SUMEKS.CO – Kedua tersangka, Marmada Saputra Jaya alias Yayang (21), dan Bobi Satria (DPO), sudah berniat menghabisinya. “Kami sudah berencana membunuh korban untuk menghilangkan jejak,” aku Yayang, di Mapolrestabes Palembang.

Tersangka Yayang meminta tolong temannya, Rizky Ardiansyah, meminjam akun Gojek untuk memesan taksi online. Dia dan Bobi sudah membawa pisau. Siapapun sopir taksol yang menerima order, akan dieksekusi.

”Saya dan Bobi (DPO), lagi butuh uang,” dalih Yayang, warga Jl Mayjen HM Ryacudu, Lr Garuda II, RT 39, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang. Tak banyak yang bisa digali dari tersangka Yayang. Karena saat diekspos di Polrestabes Palembang, hanya sekitar 10 menit.

Polisi khawatir dengan keselamatan tersangka Yayang, karena banyak driver taksol yang mendatangi Mapolrestabes Palembang.

Kasat Reskrim Kompol Yon Edi Winara, mengambil kebijakan tersangka Yayang kembali dibawa masuk ke ruangan. Unit Ranmor Polrestabes Palembang menciduk tersangka Yayang di rumah orang tuanya di kawasan Lemabang. Bobi yang buron masih diburu polisi.

Awalnya korban mendapat orderan dari akun Rizky A. Korban malam itu berada di rumahnya, Jl KH Wahid Hasyim, Gg Budaya, Kelurahan Tuang Kentang, Kecamatan Jakabaring, Palembang.

Pengorder minta jemput d Jl Mayjen HM Ryacudu, depan Lr Garuda II, Kelurahan 7 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang. Korban pun mengendarai mobil Calya abu-abu methalik nopol BG BG 1430 EG ke lokasi menjemput.

Belakangan yang naik dua orang, tersangka Yayang dan Bobi (DPO). Ternyata akun Rizky itu milik teman Yayang, yang dimintanya membantu memesan taksol tujuan Jl Tanah Merah III.

Unit Ranmor Polrestabes Palembang menciduk tersangka Yayang di rumah orang tuanya di kawasan Lemabang. Ternyata akun Rizky itu milik teman Yayang, yang dimintanya membantu memesan taksol tujuan Jl Tanah Merah III.

“Pelaku ada yang duduk di samping sopir (Yayang), dan di bangku tengah belakang sopir (Bobi),” kata Yon. Nah hampir tiba di tujuan, penumpang minta korban menghentikan mobilnya.

Tersangka Yayang turun, pelaku Bobi langsung mengeksekusi korban dengan pisaunya. Menikam dari belakang, ke leher, kepala, punggung, dan tangan korban.

Korban yang terus melawan, membuat tersangka Yayang ikut masuk ke dalam mobil. Dia pun ikut memukul dan menusuk korban. Merasa tidak sanggup melawan lagi, korban yang sudah bersimbah darah keluar dari mobil.

Dia berteriak minta tolong, lalu terkapar di jalan. Melihat warga berdatangan, kedua pelaku memilih kabur tanpa hasil. Termasuk pisau pelaku yang bengkok, tertinggal di jok mobil yang penuh ceceran darah korban.

“Karena kondisi korban tersebut, warga berinisiatif untuk bawa korban itu ke RS untuk perawatan lebih lanjut,” ujar Yon. Korban kemudian menjalani operasi di RSI Siti Khadijah. “Dari hasil visum di RS Siti Khadijah, ternyata korban menerima 27 tusukan. Korban masih menjalani perawatan di rumah sakit,” tambah Yon.

Informasi lain menyebutkan, warga di sekitar lokasi kejadian ada yang menelepon polisi kenalannya. Mobil korban sempat dibawa ke Polda Sumsel, petugas dari Polsekta IB I dan Polrestabes Palembang juga langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP

Polisi mengamankan jaket milik korban, pisau pelaku, ponsel, dan mobil korban. Dari hasil penyelidikan, gerak cepat Unit Ranmor Polrestabes Palembang berhasil menciduk tersangka Yayang.

Tersangka Yayang ditangkap saat hendak kabur dari rumahnya yang lain, di kawasan Lemabang, sekitar pukul 02.00 WIB, Selasa (12/11). “Yang di Lr Garuda II dan Lemabang, semua rumah milik orangtuanya,” ulas Yon. Dia mengungkapkan, kedua tersangka sudah merencanakan untuk membunuh korbannya. Siapa saja driver taksol yang menerima orderan mereka.

“Secara kebetulan, korbanlah (Nova Hadinata) yang terima orderannya tadi,” imbuh Yon. Setelah menciduk tersangka Yayang dan mengamankan sejumlah barang bukti, Yon menegaskan akan terus memburu pelaku yang masih buron. Identitasnya sudah diketahui. Terpisah, Kanit Reskrim.

Polsekta IB I Palembang Iptu Irsan, menambahkan begitu mendapat informasi kejadian itu pihaknya langsung mendatangi TKP dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. “Dari kejadian itu korban tidak sempat kehilangan mobilnya, melawan dan meminta pertolongan warga,” ujarnya. Sementara untuk keluarga korban, sudah membuat laporan polisi ke Polrestabes Palembang. (se)

Baca berita SUMEKS.CO sebelumnya;

 

Komentar

Berita Lainnya