oleh

Tersangka Kebakaran Inisial ‘A’, Empat Penampungan BBM Ditertibkan Polres dan TNI

INDRALAYA – Paska kebakaran hebat yang menghanguskan 11 rumah, 3 mobil dan 11 sepeda motor di RT 04 Desa Ibul Besar II Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir (OI) pada Kamis malam (25/2) tempat penampungan BBM ilegal milik Asmawi langsung ditertibkan. Juga tiga penampungan BBM lainnya di lokasi tersebut.

Kapolres OI AKBP Yusantiyo Sandhy bekerjasama jajaran TNI, personil Babinsa melakukan penertiban di tempat diduga lokasi penampungan BBM Ilegal, itu, hari ini, Minggu (28/2/2021). Lokasi ini berbatasan langsung dengan kecamatan Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan.

“Hari ini kita sengaja melakukan penertiban lokasi lainnya yang diduga menjadi tempat penampungan BBM illegal, dan akan kita sisir , termasuk beberapa desa lainnya,’’ kata Yusantiyo

Menurut Yusantiyo, kebakaran besar yang terjadi di Desa Ibul Besar II pemicunya karena terbakarnya tempat penimbunan BBM ilegal itu. ’’Dari informasi dari Kasat Intel ternyata ada beberapa tempat atau titik lokasi tempat penimbunan BBM Ilegal, tercatat ada 10 titik. Dan kami komunikasikan dengan Kades ternyata benar,’’ ungkapnya.

Oleh karenanya dengan adanya tempat penimbunan BBM ilegal, pihaknya akan mencari unsur tindak pidana kasusnya. ”Kami juga akan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar kasus serupa jangan sampai terjadi lagi, dan lokasi penimbunan tidak ada lagi,’’ tegasnya.

Sejauh ini, lanjut AKBP Yusantiyo, pihaknya sudah memeriksa 9 saksi dalam kasus kebakaran tersebut. ’’Dan baru satu tersangka yang kita tetapkan berinisial A,’’ ujarnya.

Begitu juga bila dalam kasus ini ada oknum yang terlibat membekingi A. ’’Namun sejauh ini belum ada informasi adanya oknum yang terlibat,’’ terangnya

Sementara Kades Ibul Besar II Basirun mengatakan, pihaknya sudah mengetahui lama, kalau bisnis yang dilakukan warganya ilegal.

“Hanya saja selama ini warga tidak ada yang komplain, apalagi bisnis ini sudah menjadi mata pencarian warga. Setelah terjadi kebakaran, baru warga protes dan komplain, dan ke depan bisnis ilegal ini tidak ada lagi di Desa Ibul Besar 2. Sebelumnya tercatat empat lokasi penimbunan, salah satunya yang terbakar ini, dan ketiga lokasi lainnya sudah tutup saat ini setelah terjadi kebakaran,’’ tukasnya. (sid)

Komentar

Berita Lainnya