oleh

Tersangka Proyek Pagar Makam Bertambah

Dua Kontraktor Mangkir Panggilan

PAGARALAM – Penetapan tersangka kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) pengerjaan Pagar Makam terus bertambah. Pihak Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam kembali menetapkan dua tersangka baru, yakni GB dan JL yang merupakan pelaksana kegiatan (kontraktor) dari 18 paket yang menurut hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) merugikan negara sebesar Rp.697 juta dari anggaran APBD Kota Pagaralam 2017, senilai Rp.6,3 miliar.

Menurut keterangan Kajari Pagaralam, M Zuhri SH MH dihubungi Selasa (23/2) mengatakan, hasil audit BPK, temuan kerugian dari paket pekerjaan pagar makam bervariasi diantara keduanya. Paket kegiatan yang dikerjakan tersangka GB temuan kerugian sebesar Rp116.461.424.00.

Sementara Rp112.336.561.00 temuan kerugian Negara atas kegiatan yang dilaksanakan kontraktor JL. “Mereka setelah memenuhi panggilan langsung kita lakukan penahanan selama 20 hari ke depan,” ungkap M Zuhri kepada awak media.

Diakuinya, pihak kejaksaan melayangkan surat panggilan untuk empat nama dalam hal ini kontraktor. “Dua memenuhi panggilan (GB dan JL, red) sementara dua kontraktor lainnya mangkir dari panggilan,” ujar M Zuhri.
Mengenai pemanggilan kontraktor lain? Jawab M Zuhri, akan dijadwalkan pemanggilan pada hari selanjutnya.

“Apabila sampai tiga kali pemanggilan tetap mangkir, atau tidak persuasif, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan upaya penjemputan paksa,” ujar dia menegaskan.

Sementara pada pengusutan kasus sebelumnnya, pihak Kejaksaan Negeri Kota Pagaralam sudah menetapkan lima tersangka. Bahkan mereka sudah menjalani hukuman kurungan atas putusan Majelis Hakim.

Mereka adalah mantan Kadinsos (SK, red) yang berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), seorang ASN (DH, red) selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), dan seorang Konsultan dan dua Kontraktor (MT dan K, red). “Kita pastikan dalam pengusutan kasus Pagar Makam ini akan ada lagi tersangka baru yang akan ditetapkan,” pungkasnya. (ald)

Komentar

Berita Lainnya