oleh

Terulang Lagi, Jembatan Lalan di Desa Sukajadi Ditabrak Tongkang

SEKAYU – Untuk kesekian kalinya, Jembatan Lalan yang ada di Desa Sukajadi Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin mengalami kerusakan akibat ditabrak kapal tongkang yang melintas. Itu setelah bagian pondasi disenggol Kapal Karya Pasifik 23 dengan tongkang Pasifik Star 20 bermuatan batu bara, sekira pukul 22.30 WIB, Sabtu (27/12).

Tongkang yang mengangkut batu bara milik PT Bara Sentosa Lestari itu berangkat dari Dermaga Pulai Gading dengan dengan tujuan ambang luar. “Ada insiden tersebut (kapal senggol pondasi jembatan) yang mengakibat kan pondasi jembatan tergores dan buritan tongkang sebelah kiri mengalami kerusakan border,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Muba, Pathi Riduan.

Usai insiden, kapal Tug Boat dan Tongkang saat ini masih di tahan di Kantor Wilker Karang Agung KSOP. Sedangkan untuk nakhoda dan pihak agen PT Karya Pacific telah dimintai keterangan oleh KSOP.

“Pihak terlibat sudah dimintai keterangan untuk mempertanggung jawabkan atas kerusakan dimaksud,” tegasnya.

Heriyanto warga setempat menuturkan, insiden sengolan pada tiang sebelah kiri jembatan berakibat dampak jembatan mengalami retak pada pinggiran tiang mengakibatkan terbuka diantara sambungan jembatan.

“Kita minta tolong insiden ini ditindaklanjuti, sudah berapa kali kejadian seperti ini. Kita minta ada penegasan untuk keluar masuk kapal yang melalui jembatan di perairan Lalan,” tendasnya.

Sementara, Kawilker KSOP Karang Agung, Poniman, mengatakan, sudah ada komitmen dari pemilik kapal untuk melakukan perbaikan jembatan. Dia menegaskan jembatan hanya tergores, “tidak sampai tergeser, cuma tergores saja,” ujarnya.

Untuk mencegah kasus serupa terulang, pihaknya bersama stakeholder terkait sudah menyiapkan rencana untuk pemanduan setiap kapal yang melintas. “Rencananya seperti itu, kalau untuk saat ini nantinya akan ada penjadwalan kapal yang melintas jadi diatur. Draft jadwalnya ada pada pak kadishub,” tukasnya.

Disinggung sering terjadinya kapal menabrak jembatan, Poniman mengatakan, hal itu dikarenakan faktor derasnya air, sementara kapal terseret arus. Ditambah jembatan yang berada didekat tikungan sungai. “Harusnya memang di posisi lurus, kapal kan gak bisa belok semudah mobil,” pungkasnya. (Kur)

Komentar

Berita Lainnya