oleh

Tetapkan Kota Tua sebagai Praktik Penggunaan Bahasa Indonesia

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan Kota Tua sebagai kawasan praktik baik penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik.

Sebelumnya Kota Tua Jakarta merupakan situs sejarah yang mengantarkan Jakarta tumbuh dan berkembang. Selain menjadi ikon sejarah dan rekreasi, kawasan ini juga menjadi wahana edukasi bagi masyarakat dalam berbahasa.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim, mengungkapkan apresiasinya dan ucapan terima kasih kepada Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan yang telah mendukung terwujudnya kawasan Kota Tua sebagai kawasan praktik baik pengutamaan bahasa negara.

“Bagi kami Kemendikbud sangat berharap penetapan ini menjadi langkah nyata dalam merawat dan menjaga bahasa Indonesia. Kawasan Kota Tua dapat menjadi contoh bentuk pembinaan pada kawasan lain yang menjadi ikon DKI Jakarta. Kita optimis bahasa negara selalu hadir di tengah perkembangan berbagai bahasa yang semakin pesat,” kata Nadiem

Dalam upaya praktik baik tidak boleh berhenti karena semangat untuk mengutamakan bahasa negara terlahir sejak Sumpah Pemuda tahun 1928 dan yang terus dibangun melalui Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 63 Tahun 2019 yang menjadi dasar penting pengutamaan bahasa negara.

“Merupakan tugas kita sebagai anak bangsa untuk terus membangun semangat ini dan memastikan agar bahasa negara selalu hadir dan tumbuh di tengah perkembangan berbagai bahasa lain yang semakin pesat,” ujarnya.

Di lain pihak Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbud, Endang Aminudin Aziz mengatakan pencanangan Kota Tua sebagai upaya untuk mempertahankan bahasa Indonesia di ruang publik sebagai jati diri bangsa. Kiranya cara seperi ini menjadi teladan yang dapat diikuti oleh kawasan-kawasan lainnya.

Selain kawasan Kota Tua, sebelumnya pada 6 Agustus 2020, Taman Mini Indonesia Indah terlebih dahulu telah ditetapkan Mendikbud Periode 2016-2019, Muhadjir Effendy sebagai kawasan praktik baik penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik,” tutup Endang. (dod)

Komentar

Berita Lainnya