oleh

Tiga Bulan Tak Gajian, Ribuan Karyawan PT Minanga Ogan Berunjuk rasa

Baturaja – Ribuan Karyawan PT Perkebunan Minanga Ogan Kamis (3/9/2020) pagi menggelar aksi damai di halaman Gedung DPRD OKU. Tuntutan para karyawan ini sama dengan aksi aksi sebelumnya yang di gelar dikantor regional mereka yakni menuntut gaji yang belum dibayarkan selama tiga bulan.

Selain itu, massa juga menuntut Tunjangan Hari Raya (THR) lalu yang baru di bayarkan 50 persen, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan Yang tak dibayarkan oleh perusahaan selama setahun enam bulan. Serta tunjangan Beras dan Transportasi yang belum dibayarkan sejak tahun 2018 silam.

“Kami sudah muak selalu di bohongi, selau dijanjikan akan membayar upah kami. Tidak ada tuntutan lain bagi kami bayarkan upah kami yang belum dibayarkan oleh perusahaan,” Ujar Jimmy.

Massa juga menuding ada tindakan korupsi di tubuh perusahaan dimana selama setahun enam bulan BPJS mereka tak pernah dibayarkan pada hal setiap bulan gaji karyawan di potong untuk pembayaran BPJS kesehatan dan tenaga kerja. ” Kami merasa di rugikan, gaji sudah dipotong, giliran ada bantuan subsidi upah dari pemerintah kami tidak menerima akibat BPJS ketenagakerjaan kami tidak dibayar,” Kata pendemo lainnya.

Persoalan gaji, THR dan Tunjangan bagi karyawan ini sudah berlangsung lama. Bahkan sebelumnya perwakilan serikat pekerja juga pernah audiensi dengan Bupati OKU meminta untuk menjadi penengah, namun tak juga membuahkan hasil.

Bupati OKU Kuryana Azis yang menemui massa mengaku sudah berupaya agar seluruh karyawan menerima haknya. Namun pihak perusahaan melalui direksi memberikan mandat kepada General Manajer untuk mencari pembeli buah sawit kemudian uang hasil penjualan di bagikan kepada seluruh karyawan.

“Kita sudah berupaya, dan ada solusinya yakni buah yang ada boleh dipanen dan dijual dan hasilnya tidak lagi masuk kekantor mereka di Jakarta melainkan langsung dibayarkan untuk karyawan, ini upaya yang sudah kita lakukan. Atau melalui jalur hukum sebagai solusi terakhir,” Kata Kuryana.

Ribuan massa tidak menerima solusi yang di tawarkan oleh direksi Minanga Ogan tersebut, Menurut massa hal itu hanya akal-akalan perusahaan saja. Pihaknya tidak mau jika harus memanen terlebih dahulu untuk mendapatkan hak mereka yang belum dibayarkan perusahaan.

“Kami juga tengah melakukan jajakan PT Mitra Ogan untuk mendapat pinjaman dengan sejumlah perjanjian. Selain itu kami juga diberi kewenangan untuk menjual kepada pihak yang saat ingin siap membeli buah sawit. Itulah yang bisa manajemen lakukan,” Kata Yusdi Simbolon General Manajer PT Perkebunan Minanga Ogan.

Akhirnya massa membubarkan diri setelah perwakilan serikat pekerja akan menemui salah satu pihak yang akan meminjamkan uang kepada Minanga Ogan bersama manamen minanga Ogan. Jika mendapat pinjaman maka akan langsung di bayarkan.

Massa yang juga mengajak keluarga (anak dan istri) ini kemudian langsung membubarkan diri, dan berjanji akan melanjutkan aksi jika tuntutan mereka tak dikabulkan. (Ar)

Komentar

Berita Lainnya